PWI Fest 2026 Siap Digelar, Akhmad Munir: Pers Indonesia Bersiap Hadapi Era AI


Dibaca: 670 kali 
Rabu, 29 Juli 2026 - 21:22:47 WIB
PWI Fest 2026 Siap Digelar, Akhmad Munir: Pers Indonesia Bersiap Hadapi Era AI Rapat persiapan PWI Fest 2026.

Jakarta, Hariantimes.com - Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) akan menggelar PWI Fest 2026 pada 4 dan 5 Desember 2026 di Jakarta. 

Kegiatan berskala nasional ini diproyeksikan menjadi agenda tahunan organisasi yang ke depan akan diselenggarakan secara bergilir di berbagai kota di Indonesia.

PWI Fest 2026 menjadi respons nyata PWI terhadap perubahan lanskap industri media yang dipengaruhi pesatnya perkembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI). Kegiatan ini juga menjadi bagian dari rangkaian menuju Hari Pers Nasional (HPN) 2027 yang akan dipusatkan di Provinsi Lampung pada April 2027.

Ketua Panitia PWI Fest 2026, Auri Jaya mengatakan, kegiatan tersebut mengusung dua misi utama, yakni meningkatkan kapasitas insan pers sekaligus memperkuat kolaborasi dengan masyarakat.

"Selain menggelar workshop dengan pemateri dari platform global seperti TikTok, Meta, dan Google, kami juga menghadirkan UMKM Festival. PWI Fest 2026 bukan hanya menjadi ajang meningkatkan kemampuan pekerja pers menghadapi perkembangan digital dan AI, tetapi juga menjadi ruang untuk semakin mendekatkan pers dengan masyarakat," ujar Auri Jaya.

Beragam agenda akan meramaikan PWI Fest 2026, di antaranya Workshop Jurnalisme Digital dan AI yang membahas Mobile Journalism, verifikasi data (OSINT), hingga keamanan digital. Kegiatan tersebut ditargetkan diikuti sekitar 250–500 wartawan, editor, dan content creator.

Selain itu, PWI Fest juga akan menghadirkan UMKM Festival, Kompetisi E-Sports, serta panggung hiburan rakyat melalui kolaborasi dengan pemerintah, BUMN, sektor swasta, dan berbagai platform digital.

Ketua Umum PWI Pusat, Akhmad Munir menegaskan, industri pers nasional tengah menghadapi tantangan besar akibat disrupsi teknologi digital dan AI. Menurutnya, PWI Fest 2026 merupakan langkah strategis untuk memastikan insan pers mampu beradaptasi dengan perubahan tersebut.

"Perkembangan Artificial Intelligence dan ekosistem digital telah mengubah peta industri media secara fundamental. Pers Indonesia tidak boleh gagap, ragu, atau sekadar menjadi penonton. Melalui PWI Fest 2026, PWI mengambil langkah konkret agar pekerja pers memiliki kapasitas, keterampilan teknis, dan pemahaman etis yang kuat sehingga mampu memimpin di era transformasi AI," tegas Akhmad Munir menambahkan, transformasi teknologi tidak boleh menjauhkan pers dari masyarakat.

"Pers yang kuat adalah pers yang tetap relevan dan menyatu dengan rakyat. Karena itu, PWI Fest tidak hanya kami desain sebagai ruang diskusi dan pelatihan, tetapi juga sebagai ruang terbuka melalui UMKM Festival dan pesta rakyat. Ini merupakan bentuk konsolidasi nasional antara masyarakat pers, pemerintah, BUMN, dunia usaha dan platform global untuk membangun industri media Indonesia yang independen, kuat secara ekonomi, dan terus memberikan manfaat bagi bangsa," pungkasnya.(*)