PT Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) akan menggelar First Half Media Update 2026 secara daring pada Selasa (28/07/2026). Pekanbaru, Hariantimes.com – PT Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) akan menggelar First Half Media Update 2026 secara daring pada Selasa (28/07/2026).
Kegiatan dengan mengusung tema "Powering Indonesia's Next Chapter of Growth Through AI" ini menjadi ajang bagi perusahaan untuk memaparkan capaian kinerja sepanjang semester pertama 2026, sekaligus menyampaikan arah strategi bisnis yang berfokus pada pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).
Melalui forum yang diikuti insan media dari berbagai daerah di Indonesia tersebut, Indosat akan mengulas perkembangan bisnis perusahaan selama enam bulan pertama tahun 2026, termasuk berbagai langkah strategis dalam memperkuat transformasi digital serta mendukung pertumbuhan ekonomi nasional berbasis AI.
Selain menyampaikan kinerja perusahaan, Indosat juga akan memperkenalkan berbagai inovasi berbasis AI yang dikembangkan untuk meningkatkan produktivitas, memperluas akses terhadap teknologi digital, serta menciptakan nilai tambah bagi pelanggan, pelaku usaha dan masyarakat.
Dalam sesi tersebut, President Director and Chief Executive Officer IOH Vikram Sinha mengatakan, media update yang berlangsung secara daring ini menjadi momentum bagi Indosat untuk memperkuat sinergi dengan media massa melalui penyampaian informasi mengenai arah bisnis perusahaan, inovasi teknologi, serta kontribusi perusahaan dalam mendukung transformasi digital Indonesia.
Melalui tema "Powering Indonesia's Next Chapter of Growth Through AI", Indosat menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan inovasi berbasis kecerdasan buatan sebagai salah satu pendorong pertumbuhan ekonomi nasional, sekaligus mempercepat terwujudnya ekosistem digital yang lebih inklusif, berdaya saing dan berkelanjutan di Indonesia.
"Transformasi AI mulai memberikan dampak nyata terhadap pertumbuhan bisnis Perseroan. Strategi AI North Star yang dijalankan sejak 2024 berhasil mengubah Indosat dari operator telekomunikasi menjadi perusahaan teknologi berbasis AI. AI North Star kami mendorong pertumbuhan nilai jangka panjang dengan mentransformasi Indosat dari penyedia konektivitas menjadi perusahaan teknologi berbasis AI. Pertumbuhan double digit yang kami capai menjadi bukti kuat bahwa strategi kami berjalan baik,” papar Vikram.
Vikram juga membagikan perkembangan bisnis dalam bidang AI. Salah satunya berasal dari penyedia layanan cloud perusahaan, NeoCloud yang menghadilkan US$33 juta.
"Jadi pada semester pertama, kami telah menghasilkan pendapatan US$33 juta. Dan pendapatan dalam setahun penuh akan sekitar US$113 juta," katanya.
Menyinggung soal mendapatkan dua spektrum 5G 700 MHz dan 2,6 GHz beberapa waktu lalu, Vikram memastikan Indosat akan mengalokasikan tambahan belanja modal untuk meningkatkan pengalaman pelanggan Indosat.
"Dan sekarang kami ingin memastikan ini dapat bermanfaat bagi hampir 100 juta pelanggan kami. Jadi, tambahan belanja modal (CapEx) sebesar Rp10 triliun yang kami keluarkan semuanya dialokasikan untuk meningkatkan pengalaman pelanggan kami," jelas Vikram menambahkan, AI Cloud atau NeoCloud kini menjadi salah satu mesin pertumbuhan utama Perseroan. Sepanjang Semester I 2026, bisnis tersebut membukukan pendapatan US$ 33 juta dengan nilai kontrak tahunan diproyeksikan mencapai sekitar US$ 113 juta.
"NeoCloud kini menjadi mesin pertumbuhan yang berarti bagi Indosat," ujarnya.
Selain AI Cloud, peningkatan laba didukung oleh pertumbuhan konsumsi layanan digital pelanggan. Trafik data meningkat 19,9% secara tahunan, sedangkan average revenue per user (ARPU) naik 17,3% menjadi Rp46.000. Jumlah pelanggan seluler Perseroan mencapai 93,4 juta.
Director and Chief Business Officer Indosat Muhammad Buldansyah mengatakan, capaian tersebut menunjukkan kualitas profitabilitas Perseroan yang semakin baik.
Di sisi lain, rasio net debt to EBITDA turun menjadi 0,1 kali dari sebelumnya 0,49 kali, sehingga semakin memperkuat posisi keuangan perusahaan.
"Kinerja ini menunjukkan pertumbuhan yang sehat dengan profitabilitas dan posisi keuangan yang semakin kuat," tegas Muhammad Buldansyah.
Ke depan, katanya, Indosat akan terus memperluas bisnis AI Cloud seiring meningkatnya adopsi teknologi AI di berbagai sektor industri. Perseroan juga menyiapkan investasi baru pada jaringan 5G dan infrastruktur digital untuk memperkuat ekosistem AI di Indonesia.
"Perkembangan kinerja perusahaan pada semester pertama 2026 serta visi Indosat dalam mendorong pertumbuhan Indonesia melalui pemanfaatan teknologi AI," katanya.
Dalam enam bulan pertama tahun ini, pendapatan perusahaan mencapai Rp 30,7 triliun atau bertumbuh 13,1 persen dari tahun sebelumnya. Sementara itu, Ebitda bertumbuh 14 persen menjadi Rp 14,6 triliun dan laba bersih dinormalisasi Rp 3,2 triliun, naik 49,2 persen.
"Dengan senang hati, kami sampaikan pendapatan tumbuh mendekatu 13 persen, EBITDA tumbuh lebih cepat dari pendapatan yaitu 14 persen dari tahun ke tahun, dan laba bersih mendekati 50 persen dari tahun ke tahun," katany.
Total revenue Q1 mencapai Rp 15,2 triliun. Pada kuartal II naik menjadi Rp 15,4 triliun atau bertumbuh 1,4 persen.
"Namun kalau kita lihat pertumbuhan pendapatan tumbuh juga sangat steady ya, dari Q1-Q2 dibandingkan Q1 masih tumbuh 1,4%. Didukung peningkatan ARPU dan traffic data meski Q1 memiliki basis tinggi dari Ramadhan," timpal Danny.
Danny juga menjelaskan basis pelanggan tetap stabil 93,4 juta pelanggan. Sementara ARPU mengalami peningkatan menjadi 46 ribu. Dari segi trafik, Indosat mencatatkan pertumbuhan 19,9%. Peningkatan kuartal per kuartal mencapai 1,6%.
"Mencerminkan konsumsi digital yang terus meningkat," jelasnya.(*)