PKM Internal di SIKL Malaysia, Dosen HI Fisipol UIR Edukasi Bahaya Femisida bagi Pekerja Migran


Dibaca: 143 kali 
Sabtu, 06 Desember 2025 - 14:09:15 WIB
PKM Internal di SIKL Malaysia, Dosen HI Fisipol UIR Edukasi Bahaya Femisida bagi Pekerja Migran Dosen Prodi HI Fisipol UIR Dini Tiara Sasmi SIP MSi MA melaksanakan PKM Internal di Sekolah Indonesia Kuala Lumpur (SIKL), Malaysia, pada 04 Agustus 2025.

Kuala Lumpur. Hariantimes.com - Dosen Program Studi Hubungan Internasional (Prodi HI) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Islam Riau (Fisipol UIR), Dini Tiara Sasmi SIP MSi MA melaksanakan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Internal di Sekolah Indonesia Kuala Lumpur (SIKL), Malaysia, pada 04 Agustus 2025.

Kegiatan yang merupakan implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi tersebut diikuti oleh para pelajar serta komunitas masyarakat Indonesia yang berada di Kuala Lumpur.

Dalam kegiatan ini, peserta mendapatkan pemahaman mengenai pentingnya edukasi gender, perlindungan pekerja migran, serta peran negara dan masyarakat internasional dalam mencegah kekerasan terhadap perempuan.

Mengusung tema “Pengenalan Femisida dan Risikonya terhadap Pekerja Migran”, kegiatan ini menyoroti femisida sebagai tindakan pembunuhan terhadap perempuan yang dilatarbelakangi oleh kebencian, diskriminasi, kekerasan berbasis gender, maupun relasi kuasa yang tidak seimbang.

Fenomena tersebut menjadi isu penting dalam kajian hubungan internasional dan perlindungan hak asasi manusia, terutama bagi kelompok rentan seperti pekerja migran perempuan Indonesia di luar negeri.

Dalam pemaparannya, Dini Tiara Sasmi menjelaskan peningkatan pemahaman mengenai perlindungan diri, kesadaran hukum dan kewaspadaan terhadap berbagai bentuk eksploitasi serta kekerasan merupakan langkah penting dalam upaya melindungi perempuan, khususnya pekerja migran Indonesia.

“Edukasi dan peningkatan kesadaran masyarakat dapat menjadi langkah awal yang kuat dalam memberikan perlindungan terhadap perempuan, terutama pekerja migran Indonesia,” ujarnya.

Melalui kegiatan PKM ini, peserta diharapkan memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai risiko kekerasan berbasis gender serta pentingnya membangun kesadaran sosial terhadap bahaya budaya patriarki.

Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan dapat mendorong lahirnya berbagai program dan lembaga pendampingan bagi korban kekerasan terhadap perempuan.

Tidak hanya itu, edukasi yang diberikan juga diarahkan untuk mendorong upaya pencegahan femisida di kalangan pelajar Indonesia yang berada di luar negeri. Dengan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap isu kekerasan terhadap perempuan, diharapkan pola pikir dan praktik sosial yang bersumber dari budaya patriarki dapat semakin berkurang.

Pada akhir kegiatan, pihak Sekolah Indonesia Kuala Lumpur menyampaikan apresiasi atas terlaksananya program Pengabdian kepada Masyarakat yang digagas oleh Fisipol UIR. Mereka berharap kolaborasi akademik dan kegiatan edukatif serupa dapat terus berlanjut guna memberikan manfaat yang lebih luas bagi pelajar dan masyarakat Indonesia di Malaysia.(*)