Suhu Makkah Tembus 47 Derajat! Jemaah Haji BTH 09 dan 10 Dibekali "Jurus" Sabar dan Sehat. Makkah, Hariantimes.com - Cuaca terik dan padatnya lautan manusia menjadi ujian tersendiri bagi para tamu Allah tahun ini.
Guna memastikan kelancaran ibadah, jemaah haji yang tergabung dalam kloter BTH 09 dan BTH 10 mengikuti pembinaan intensif di Hotel 202 Safa al Murjan, Senin (18/05/2026) tepat pukul 09.00 waktu setempat.
Pembinaan ini menghadirkan dua pilar penting perlindungan jemaah: Musyrif Diny/Bimbingan Ibadah (Bimbad) Sektor 2 yang diwakili oleh Budi Wibowo, serta Tim Promosi Kesehatan (Promkes) Sektor 2.
Senyum dan Sabar: Kunci Menghadapi Gesekan Antar Jemaah.
Dalam tausiyahnya, Budi Wibowo menitikberatkan pada pentingnya menjaga spiritualitas di tengah tingginya dinamika berhaji. Perbedaan karakter antar jemaah dari berbagai negara sangat rentan memicu gesekan.
"Jadikan sabar dan sholat sebagai penolong kita. Di Tanah Suci ini, kita pasti akan menemui banyak perbedaan antar jemaah. Oleh karena itu, mari terus perbaiki komunikasi kita, baik hablumminallah (hubungan dengan Allah) maupun hablumminannas (hubungan dengan manusia)," ujar Budi Wibowo di hadapan para jemaah mengingatkan jemaah untuk memperkuat ibadah hati dan lisan agar senantiasa diampuni Allah SWT. Merujuk pada Al-Qur'an Surah Al-Ahzab ayat 70, Budi berpesan, “Luruskan niat dengan ikhlas. Berkatalah yang jujur dan lembut. Jadilah jemaah yang murah senyum, karena senyum itu membawa kebaikan bagi lingkungan sekitar kita.”
Waspada Cuaca Ekstrem: 70% Jemaah Masuk Kategori Lansia dan Risti
Dari sudut pandang medis, Tim Promkes Sektor 2 memberikan warning khusus terkait kondisi cuaca Makkah yang sedang berada pada fase ekstrem, dengan suhu tertinggi menyentuh angka 47 derajat Celsius. Perhatian ekstra sangat dibutuhkan mengingat 70 persen komposisi jemaah adalah lanjut usia (lansia) dan berisiko tinggi (risti).
"Cuaca panas ekstrem wajib dihindari. Jangan memaksakan diri. Kami sangat menyarankan jemaah untuk rutin meminum oralit guna mencegah dehidrasi, serta mengonsumsi kurma dan biskuit untuk menjaga stamina tubuh," tegas perwakilan Tim Promkes Sektor 2.
Tim Promkes juga membagikan panduan wajib, atau "Alat Pelindung Diri (APD) Haji", yang harus selalu diterapkan jemaah saat beraktivitas:
Masker dan Kebersihan: Selalu gunakan masker (kain atau medis) dan sedia hand sanitizer.
Perlindungan Panas: Wajib memakai topi dan payung saat keluar hotel.
Pendingin Instan: Bawa semprotan air dan semprotkan ke arah wajah secara berkala untuk menurunkan suhu tubuh.
Disiplin Obat: "Bagi jemaah risti, minum obat secara teratur adalah harga mati. Kami mohon sesama jemaah saling mengingatkan untuk minum obat," tambah Tim Promkes.
Dengan bekal iman yang kuat dan fisik yang prima, diharapkan seluruh jemaah BTH 09 dan BTH 10 dapat menyelesaikan rangkaian ibadah haji dengan lancar dan meraih predikat mabrur, biiznillah. Doa seluruh masyarakat Riau.(*)