Lewat Nilai Sholat, Menag Ajak Umat Peduli Alam dan Sosial


Dibaca: 128 kali 
Kamis, 15 Januari 2026 - 00:31:44 WIB
Lewat Nilai Sholat, Menag Ajak Umat Peduli Alam dan Sosial Menag Nasaruddin Umar dalam sambutannya menyambut Peringatan Isra Mi'raj Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriah/2026 Masehi di Jakarta, Kamis (15/01/2026).

Jakarta, Hariantimes.com - Sholat tidak hanya memiliki nilai kesalehan spiritual, tetapi juga memiliki nilai kepedulian terhadap lingkungan sosial dan kelestarian alam.

Penegasan tersebut disampaikan Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar dalam sambutannya menyambut Peringatan Isra Mi'raj Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriah/2026 Masehi di Jakarta, Kamis (15/01/2026).

Dalam peristiwa Mi'raj, jelas Menag, Rasulullah SAW menerima perintah sholat lima waktu, yang bukan hanya menjadi kewajiban ibadah. Tetapi juga fondasi pembentukan kepribadian Muslim yang beriman, berdisiplin dan berakhlak mulia.

“Sholat yang dilaksanakan dengan penghayatan dan pemahaman yang benar akan melahirkan pribadi yang berkesadaran tinggi, memiliki kepekaan sosial, serta kepedulian terhadap lingkungan,” ujar Menag.

Sholat yang dilakukan secara benar, tegas Menag, mampu mencegah perbuatan keji dan mungkar. Sekaligus menumbuhkan sikap tanggung jawab sosial dan ekologis.

Menag juga menyoroti prinsip thaharah sebagai syarat sahnya sholat. Prinsip ini mengajarkan pentingnya menjaga kesucian dan kebersihan, tidak hanya pada diri sendiri, tetapi juga terhadap lingkungan sekitar.

Sementara itu, gerakan dan tata tertib salat mengandung pesan kedisiplinan, moderasi, serta pengendalian diri dalam membangun dan memanfaatkan sumber daya alam secara adil dan berkelanjutan.

Menag juga menegaskan, esensi Isra Mi'raj menunjukkan Islam sebagai fondasi etika ekologis. Konsep tauhid, lanjutnya, mengimplikasikan kesatuan ciptaan (unity of creation), bahwa alam semesta merupakan bagian dari ayat-ayat kauniyah yang merefleksikan kebesaran Allah SWT.

“Merusak alam berarti mengabaikan tanda-tanda kekuasaan Allah SWT. Sementara menjaga dan merawat lingkungan merupakan bagian dari manifestasi keimanan dan ketaatan kepada-Nya,” ujarnya.

Melalui peringatan Isra Mi'raj 1447 Hijriyah ini, Menag mengajak seluruh umat menjadikannya sebagai momentum refleksi untuk meneguhkan kembali peran manusia sebagai khalifah di muka bumi. Dan menilai, krisis lingkungan yang dihadapi saat ini menuntut hadirnya kesalehan yang utuh, yakni kesalehan yang tidak hanya tercermin dalam ketaatan beribadah, tetapi juga dalam sikap menjaga keseimbangan alam dan menggunakan sumber daya secara bijaksana.

“Kesalehan sejati bukan hanya yang menghubungkan kita ke langit, tetapi juga yang menjaga bumi tempat kita berpijak. Semoga peringatan Isra Mi'raj ini menjadi titik balik bagi kita semua dalam di menguatkan kesalehan spiritual, kesalehan sosial yang menjunjung tinggi keadilan dan kemaslahatan, serta kesalehan ekologi yang diwujudkan melalui kepedulian nyata terhadap kelestarian alam,” tuturnya.(*)