Penobatan 12 Bunda Inklusi Kabupaten/Kota. Kuansing, Hariantimes.com - Bunda Inklusi Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau Ny Tina Mailinda menobatkan 12 Bunda Inklusi Kementerian Agama Kabupaten/Kota se Provinsi Riau, Jumat (02/01/2026).
Penobatan tersebut dilaksanakan dalam kegiatan Rapat Koordinasi DWP dan Penobatan Bunda Inklusi di Aula MAN 1 Kabupaten Kuantan Singingi.
Penobatan 12 Bunda Inklusi ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan Puncak Hari Amal Bakti (HAB) ke-80 Kementerian Agama. Kegiatan ini sekaligus menjadi wujud komitmen Dharma Wanita Persatuan dalam mendukung program pemberdayaan perempuan serta penguatan nilai kemanusiaan, moderasi beragama dan kepedulian sosial di Provinsi Riau.
Prosesi penobatan ditandai dengan pemasangan selempang dan penyematan pin Bunda Inklusi kepada masing-masing Ketua DWP Kankemenag Kabupaten/Kota. Penyematan ini menjadi simbol amanah dan komitmen dalam menguatkan peran inklusi sosial di lingkungan Kementerian Agama.
Dalam sambutannya, Ny Tina Mailinda selaku Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau menegaskan, penobatan Bunda Inklusi bukan sekadar seremoni, melainkan titik awal penguatan komitmen bersama untuk menghadirkan wajah Kementerian Agama yang ramah, adil dan inklusif.
“Bunda Inklusi diharapkan menjadi figur yang hadir, mendengar dan bergerak. Menjadi teladan dalam menciptakan lingkungan kerja yang ramah, pelayanan publik yang manusiawi, serta kebijakan yang tidak meninggalkan siapa pun,” ujarnya juga mengajak seluruh Bunda Inklusi Kabupaten/Kota untuk memulai gerakan inklusi dari hal-hal kecil dan dari lingkungan terdekat.
Menurutnya, perubahan besar selalu lahir dari langkah yang tulus dan dilakukan secara berkesinambungan.
Sementara itu, Penasehat DWP Pemerintah Daerah Kabupaten Kuantan Singingi, Ny Yulia Herma menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan tersebut.
Ny Yulia menilai, program inklusi yang diinisiasi Kementerian Agama sangat bernilai positif dan sejalan dengan program Pemerintah Daerah, khususnya dalam penguatan pendidikan anak usia dini (PAUD).
“Terima kasih atas kepercayaan yang diberikan dengan menjadikan Kabupaten Kuantan Singingi sebagai tuan rumah. Semoga kegiatan ini membawa manfaat yang luas. Ke depan, kami juga berharap kegiatan DWP dan Bunda Inklusi terus melibatkan kami di DWP Pemda,” ungkap Yulia.
Pada kesempatan yang sama, Ketua Panitia Pelaksana, Ny Rina Srihandayani dalam laporannya menyampaikan, kegiatan Rapat Koordinasi DWP dan Penobatan Bunda Inklusi diikuti oleh lebih dari 100 peserta. Peserta berasal dari perwakilan DWP 12 Kabupaten/Kota se-Provinsi Riau.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bunda Inklusi Provinsi Riau, Penasihat DWP Pemda Kuantan Singingi, serta seluruh pihak yang telah berpartisipasi dan mendukung terselenggaranya kegiatan ini. Semoga kegiatan ini menjadi awal yang baik dalam menguatkan peran inklusi di lingkungan Kementerian Agama,” harapnya.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh Ketua DWP UIN Suska Riau, Ketua DWP IAIN Bengkalis, Ketua DWP Loka Diklat Keagamaan Pekanbaru, Ketua DWP Pemda Kuansing, Plt Ketua DWP Kanwil Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Riau, Ketua FKMT Riau, Kepala MAN 1 Kuantan Singingi beserta jajaran, serta para pengurus DWP Kabupaten/Kota se-Provinsi Riau.
Acara diakhiri dengan sesi foto bersama seluruh Bunda Inklusi Kabupaten/Kota se-Provinsi Riau sebagai simbol kebersamaan dan komitmen dalam merawat nilai inklusi di lingkungan Kementerian Agama.(*)