PHR Berhasil Tambah Pundi-Pundi Produksi Minyak dari Lapangan Tua Blok Rokan


Dibaca: 398 kali 
Rabu, 08 Mei 2024 - 15:15:00 WIB
PHR Berhasil Tambah Pundi-Pundi Produksi Minyak dari Lapangan Tua Blok Rokan Para pekerja PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) WK Rokan saat melakukan aktivitas pekerjaannya untuk mendukung ketahanan energi nasional.

Pekanbaru, Hariantimes.com - Pertamina Hulu Rokan (PHR) memaksimalkan lapangan minyak yang sudah menua (mature) di Wilayah Kerja (WK) Rokan agar kembali dan terus berproduksi.

Hasilnya, lapangan tua yang sempat tidak produktif tersebut berhasil menambah pundi-pundi produksi untuk menjaga ketahanan energi nasional.

Executive Vice President (EVP) Upstream Business PHR Edwil Suzandi mengatakan, lapangan minyak yang menua dan berumur setengah abad di WK Rokan ternyata tetap memiliki potensi untuk dikembangkan produksinya. Satu di antaranya adalah Lapangan Kopar yang ditemukan pada tahun 1974 dengan kategori small field discovery dan lokasinya ada di bagian tengah WK Rokan.

“Kopar saat ini masih produktif sebagai lapangan produksi tahap primer di area Sumatra Light Oil (SLO) yang berada di wilayah kerja Zona 2 dan Zona 3 PHR. Hampir 9 tahun dalam status suspend (dihentikan) tanpa pemboran, akhirnya di akhir tahun 2023 ini dapat ditajak sejumlah pemboran sumur Kopar baru. Hasil proses produksi awalnya memberikan kontribusi cukup signifikan untuk PHR,” kata Edwil melalui siaran pers yang diterima Hariantimes.com, Rabu (08/05/2024).

Edwil menjelaskan, proses awal pemboran sumur Kopar ini sempat terdampak banjir akibat tingginya curah hujan yang terjadi di awal tahun 2024 yang mengakibatkan meluapnya sungai Rokan dan rawa di daerah lokasi pemboran, termasuk jalan aksesnya. Akibat kondisi tersebut, harus dilakukan penghentian sementara kegiatan operasional termasuk mengevakuasi tim kerja berikut peralatan pemborannya.

Edwil menambahkan, setelah beberapa waktu penanganan banjir, kabar baik akhirnya datang dari hasil proses produksi atau put on production (POP) sumur pertama yang dilakukan pada 25 April 2024. Hasilnya, diperoleh angka awal produksi yakni 802 barel minyak per hari (BOPD).

"POP sumur kedua menyusul beberapa hari berselang dan memberikan laju alir produksi yang lebih tinggi yaitu 1.445 ribu barel minyak per hari (BOPD). Aktual produksi sumur ini melebihi target produksi,” tegas Edwil.

Berkat kolaborasi dan sinergitas antara berbagai fungsi, kata Edwil, akhirnya berhasil dialirkan minyak dari sumur-sumur baru Kopar untuk mengisi fasilitas stasiun pengumpul atau gathering station (GS) Petani yang selanjutnya dikirim ke terminal Dumai. Dia juga menegaskan, proses pekerjaan dan produksi di Lapangan Kopar ini berjalan dengan aman dan selamat.

Di tempat terpisah, Kepala Perwakilan SKK Migas Sumbagut Rikky Rahmat Firdaus menyampaikan apresiasi telah diaktifkan kembali sumur tua di Lapangan Kopar. Sebagai wilayah kerja penghasil produksi dan lifting minyak terbesar di Indonesia, Rikky berharap sumber daya sumur tua yang perpotensi produktif dapat terus direaktivasi (aktifkan kembali).

“Sejak alih kelola dari PT CPI ke PT PHR pada 9 Agustus 2021, produksi rata-rata WK Rokan telah mencapai 161 ribu barel minyak per hari (BOPD), meningkat dari sebelumnya yang berada di angka 158 ribu BOPD”, terang Rikky.

Rikki juga menyampaikan bahwa kunci kesuksesan dalam pencapaian keberhasilan produksi migas di Wilayah Kerja Rokan yaitu adanya perubahan cara pandang yang tidak hanya sebatas mempertahankan produksi tetapi juga menaikkan produksi.

“Perubahan mindset akan melahirkan inovasi pemanfaatan teknologi digitalisasi dalam mendukung kerja operasi. Kolaborasi bersama pemangku kepentingan turut menjadi kunci bagi kelancaran operasi di daerah. Mindset kolaborasi terus ditunjukkan oleh PHR sehingga kendala operasional di lapangan dapat diselesaikan,” pungkas Rikky.(*)