SKK Migas Apresiasi Program Pengembangan Masyarakat


Dibaca: 480 kali 
Sabtu, 18 November 2023 - 10:32:27 WIB
SKK Migas Apresiasi Program Pengembangan Masyarakat Acara Forum dan Apresiasi Penghargaan mendapat dukungan penuh dari Ngarso Dalem Sri Sultan Hamengkubuwono X.

Yogyakarta, Hariantimes.com - Sebagai bagian dari Forum Tanggung Jawab Sosial (TJS) atau Program Pengembangan Masyarakat (TJS/PPM) Industri Hulu Migas 2023, Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) mengapresiasi Program Pengembangan Masyarakat di wilayah Industri Hulu Migas.

Apresiasi dan penghargaan diberikan kepada 18 Program Pengembangan Masyarakat terbaik di Wilayah Sumatera Bagian Utara dalam beberapa kategori. Di antaranya Kategori Lingkungan, Pendidikan dan Kesehatan, Kategori Desa Wisata dan Kategori Ekonomi.

Ke-18 Penghargaan PPM Award KKKS telah dipresentasikan dalam asesment didepan ahli CSR Rio Zakarias dan akademisi Pengamat Sosial dari Riau Rawa El Amady.

Acara Forum dan Apresiasi Penghargaan mendapat dukungan penuh dari Ngarso Dalem Sri Sultan Hamengkubuwono X pada 15 yang menerima rombongan SKK Migas Sumbagut dan manajemen KKKS yang dipimpin oleh Deputi Dukungan Bisnis Rudi Satwiko dan Kepala Perwakilan Sumbagut Rikky Rahmat Firdaus.

Kepala Depertemen Formalitas dan Komunikasi SKK Migas Sumbagut Yanin Kholison melalui siaran pers yang dikirimkan ke Hariantimes.com menjelaskan, kepedulian terhadap lingkungan dan Masyarakat menjadi aspek penting bagi SKK Migas bersama KKKS Wilayah Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) untuk memastikan kehidupan masyarakat yang lebih baik, terutama di wilayah operasi Hulu Migas.

Salah satu upaya yang dilakukan oleh SKK Migas-KKKS Wilayah Sumbagut adalah melaksanakan berbagai Program Pengembangan Masyarakat. Tentunya program-program tersebut tidak akan dapat memberikan hasil maksimal dimasa yang akan datang apabila tidak dilaksanakannya Evaluasi dan Perencanaan kedepannya.

Kategori Lingkungan, Pendidikan dan Lingkungan diberikan kepada PENTING (Penanggulangan Stunting), Konservasi Gajah dan Agro Forestri binaan KKKS Pertamina Hulu Rokan Zona 2 dan 3, Program Pendidikan Anak Usia Dini, Konservasi Penyu di Daerah Perbatasan binaan KKKS Harbour Energy, serta Program Integrasi Penanganan Pencegahan Stunting, Program Ketahanan Pangan binaan KKKS Medco E&P Natuna.

Kategori Desa Wisata diberikan kepada Ekowisata Mangrove dan Olahan Berbahan Baku Magrove binaan KKKS PT Imbang Tata Alam, Pokdarwis Centra Budaya Melayu Langgam binaan KKKS EMP Bentu, Langgak Craft (Pemanfaatan Limbah Sawit) binaan KKKS SPR Langgak, Desa Wisata Dayun binaan KKKS Bumi Siak Pusako, serta Desa Wisata Pulau Pangeran binaan Medco E&P Natuna.

Kategori Ekonomi diberikan kepada Pemberdayaan Ekonomi Difabel Rumah Kreatif Tamiang, Pemberdayaan Ekonomi Perempuan Nelayan Berkarya, Pemberdayaan Unit Limbah Sawit Cacing, Pemberdayaan Ekonomi Petani Anggur binaan KKKS Pertamina Hulu Rokan Zona 1, Pemberdayaan Ekonomi Suku Sakai Bank Sampah dan Beasiswa binaan KKKS Pertamina Hulu Rokan Zona 2 & 3, Desa Ekonomi Terpadu Keramba Apung Cumi binaan Star Energy, Program Budidaya Sapi oleh KKKS Pertamina Hulu Energi NSO, Program Pemberdayaan UMKM Srikandi binaan Texcal Energy Mahato.

SKK Migas berharap dengan adanya anugerah penghargaan ini KKKS Wilayah Sumbagut dapat terus memberikan dampak positif terutama dalam Peningkatan Kapasitas SDM, Pencegahan Stunting, Pemberdayaan Ekonomi serta Perlindungan Lingkungan di Wilayah Industri Hulu Migas.

Seluruh program pemberdayaan Masyarakat tersebut sejalan dengan ide ide yang disampaikan oleh Gusti Kanjeng Ratu Mangkubumi yang hadir saat pembukaan acara Forum TJS/PPM 2023. Program-program itu juga telah disampaikan kepada ”Ngarso Dalem” dan mendapatkan respon positif dari orang tertinggi di Jogyakarta tersebut.

Selain mengelola tanggung jawab sosial, industri hulu migas memiliki peran besar terhadap dampak berganda bagi perekonomian nasional dan daerah. Gross Revenue di tahun 2022 dari Kegiatan Industri Hulu Migas mencapai Rp586 Triliun yang dikelola oleh SDM sebanyak 150 ribu tenaga kerja.

Industri hulu migas juga berkontribusi terhadap dana bagi hasil migas, pajak daerah, hingga  menyerap TKDN hingga mencapai 60%. Dari peran strategis tersebut, maka konsep tanggung jawab sosial di industri hulu migas secara makro adalah mendukung pembangunan bangsa di bidang ekonomi melalui manfaat berganda dari keberlangsungan bisnis yang berkelanjutan untuk pembangunan.(*)