Bid Propam Polda Riau Dalami Curhatan Bripka Andry yang Viral di Medsos


Dibaca: 767 kali 
Senin, 05 Juni 2023 - 18:38:26 WIB
Bid Propam Polda Riau Dalami Curhatan Bripka Andry yang Viral di Medsos Kabid Propam Polda Riau, Kombes Pol Johanes Setiawan.

Pekanbaru, Hariantimes.com - Bid Propam Polda Riau hingga saat ini masih mendalami postingan curhatan anggota Brimob Polda Riau Bripka Andry Darma Irawan yang Viral di media sosial (medsos) instagram beberapa waktu lalu.

Bripka Andry Darma Irawan membuat postingan tersebut lantaran tidak terima di mutasi demosi padahal dirinya tidak ada kesalahan selama berdinas di Batalyon B Rokan Hilir.

"Mutasi terhadap Bripka Andry tersebut merupakan mutasi rutin. Ia dimutasi bersama 34 personil lainnya. Bukan bersifat demosi," kata Kabid Propam Polda Riau, Kombes Pol Johanes Setiawan kepada sejumlah wartawan di ruang kerjanya, Senin (05/06/2023).

Terkait curhatan Bripka Andry yang mengatakan dirinya telah menyerahkan sejumlah uang setoran kepada Komandan Batalyon Maggala bernama Kompol Petrus yang tengah heboh di media sosial tersebut, Kombes Johanes mengatakan, kasus tersebut sudah diproses oleh Propam Polda Riau sejak Maret 2023 lalu.

"Kita sudah memeriksa 8 orang sebagai saksi. Jadi kasusnya sedang ditindak lanjuti. Terkait setoran ini masih di dalami, nanti pembuktiannya ada di sidang, Kompol Petrus pun saat ini sudah dicopot jabatannya dalam rangka pemeriksaan," sebut Kombes Johanes sembari menjelaskan, sejak dimutasi ke Pekanbaru, Bripka Andry belum sekalipun masuk dinas ke kesatuannya di Batalyon A  Pekanbaru.

"Jadi sampai sekarang dia belum masuk  dinas sejak pertama kali ia dimutasi alias desersi. Sehingga tanggal disidang dan sudah diputus, namun tidak tetap tidak hadir," kata Kombes Johanes.

Setelah disiplin pertama, Bripka Andry kemudian menjalani proses disiplin kedua pada tanggal 23 Maret 2023 karena sudah terhitung 14 hari tidak masuk dan kasus itu masih dalam proses sidang.

"Yang ketiga inilah adalah kasus yang hari ini viral. Kita sudah dalami di Propam dan sudah diproses untuk ditindak lanjuti," katanya.(*)