Ratusan Siswa SMAN I Gema Kampar Kiri Hulu  Ikuti Literasi Konservasi


Dibaca: 357 kali 
Kamis, 15 September 2022 - 14:18:28 WIB
Ratusan Siswa SMAN I Gema Kampar Kiri Hulu  Ikuti Literasi Konservasi Tim Literasi Konservasi Rumah Sunting bersama Wakil Kepala Sekolah SMAN I Kampar Kiri Hulu (paling kanan). FOTO SUNTING

Kampar, Hariantimes.com - Komunitas Seni Rumah Sunting kembali melaksanakan Literasi Konservasi yang sudah menjadi program komunitas ini sejak 2018. Kali ini di SMAN I Gema, Kampar Kiri Hulu, Kabupaten Kampar, Kamis (15/09/2022).

Hadir tim komunitas antara lain Kunni Masrohanti selaku founder Rumah Sunting, Yanda Rahmanto, Kasmono dan Muhammad Maulana. Tim disambut Wakil Kepala Sekolah Supriadi SPd dan segenap guru serta seluruh siswa.

"Semoga kedatangan tim Rumah Sunting menambah semangat dan mebangkitkan bakat anak-anak yang terpendam," kata Supriadi.

Literasi Konservasi dilakukan dalam dua sesi. Sesi pertama penyampaian materi yang dilaksanakan di musala dan sesi kedua secara berkelompok di ruang terbuka, seperti di bawah pohon dan pondok-pondok di halaman sekolah. Tim menyampaikan materi Literasi Konservasi dalam bentuk puisi.

"Literasi bukan hanya membaca dan menulis, tapi juga memahami sesuatu dan mengerjakan apa yang dia fahami itu. Jadi sangat luas. Sedang konservasi dalam hal ini adalah memahami tentang pentingnya menjaga alam yang berarti juga menjaga dan merawat kearifan lokal. Bagaimana caranya, dengan menuliskannya dal bait-bait puisi,"kata Kunni.

Selain penyampaian materi,  juga ditampilkanvideo-video perjalanan Literasi Konservasi Rumah Sunting yang sudah pernah dilakukan sebelumnya, khususnya di kawasan Kampar Kiri Hulu. Di antaranya di Desa Terusan, Aur Kuning, Ludai dan Kuntu.

Pada kesempatan  itu, Kunni memberikan cenderamata kepada wakil kepala sekolah dan kuiz dengan hadiah buku kepada siswa yang berhasil menjawab pertanyaan.

Di sesi kedua, siswa diajarkan menulis puisi dan mengumpulkan puisi tersebut kepada tim.

"Puisi yang ditulis siswa kami minta minimal 50 persen menggunakan bahasa daerah dan tentamg kearifal lokal di kawasan Subayang. Alhamdulillah lancar semua," kata Kunni lagi.(*)