Rayakan Hari Puisi di Rohil, Kunni: Puisi Bukan Untuk Puisi


Dibaca: 420 kali 
Rabu, 10 Agustus 2022 - 13:59:01 WIB
Rayakan Hari Puisi di Rohil, Kunni: Puisi Bukan Untuk Puisi Penggagas Perayaan Hari Puisi Insonesia di Riau, Kunni Masrohanti.

Rohil, Hariantimes.com - Setelah perayaan Hari Puisi Indonesia (HPI) di Riau pertama dilaksanakan di Kabupaten Bengkalis 26 Juli 2022 lalu, kini giliran Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) menjadi tujuan perayaan HPI kedua, Senin (08/08/2022).

Perayaan HPI di Rohil ini dipusatkan di tengah Kota Bagan Siapiapi, tepatnya di Kedai Kopi Balimbuk, Batu Empat, Kecamatan Bangko.

Rohil menjadi salah satu kabupaten tujuan dari 10 kabupaten dan 10 titik tempat perayaan HPI. Karena estafet dari satu kabupaten ke kabupaten lain, maka perayaan ini diberi nama Raun-Raun. Tema besar tetap From Indonesia
World. Sedang tema kecilnya yakni Wajah Puisi di Kota Seribu Kubah.

Ketua Jaringan Teater Riau (JTR) Koordinator Daerah (Korda) Rohil, M Khudri alias Om Brewok, selaku panitia pelaksana menceritakan bagaimana HPI ini bisa dilaksanakan.

"Inilah kerja kolaborasi. Raun-Raun HPI ini digagas Mak Kunni Masrohanti bersama Rumah Sunting yang didirikannya. Sudah dilaksanakan yang pertama di Bengkalis. Maka, kami di Bagansiapiapi pun siap melaksanakannya sebagai lokasi kedua. Hasil komunikasi intens dengan Mak Kunni, HPI di Rohil diberi tema Wajah Puisi di Wajah Kota Seribu Kubah.  Alhamdulillah lancar," kata Khudri.

Tentu Khudri tidak sendiri. Ada Al Rakhin Sekha, Meliza Dewi, M Muis dan lainnya yang turut bersama-sama mengemas acara tersebut. Ada juga Mukhlis, anak muda Bagan Siapi-api yang menampilkan musikalisasi puisi dari puisi karyanya sendiri. Penampilan istimewa.

Ada yang unik lagi. Panggung perayaan HPI di Rohil ini juga dimeriahkan dengan sastra lisan beriring musik yang merupakan proses pengobatan di Panipahan. Para pemainnya datang langsung dari Panipahan, Kecamatan Pasir Limau Kapas. Inilah pentas Sembai Mambang Deo-deo.

Tokoh masyarakat Rohil yang juga Sekretaris Lembaga Adat Melayu (LAM) Rohil, Bakhtiar,  menyambut baik dan merasa bangga dengan diadakannya kegiatan tersebut. Ia berharap kegiatan serupa bisa dilaksanakan kembali dengan tetap mengusung kearifan lokal di dalamnya.

"Kalau tidak kita siapa lagi yang merawat dan menyiarkan tradisi dan kearifan lokal Melayu. Penduduk Melayu di Rohil ini hanya 33 persen. Dengan mengusung sejarah, kearifan lokal Melayu dalam kegiatan seperti ini, sangat penting, luar biasa. Terimakasih kepada penggagas Kunni dan Rumah Sunting serta panitia lokal yamg sudah berkerjakeras melaksanakan kegiatan ini," kata lelaki yang secara sukarela menghadirkan kelompok sastra lisan Sembai dari Panipahan ini.

Kunni Masrohanti founder Komunitas Seni Rumah Sunting yang menggagas perayaan HPI sejak dideklarasikan tahun 2012 di Riau, juga mengucapkan terimakasih atas dilaksanakannya Raun-Raun HPI di Kota Bagansiapiapi. Kunni membeberkan peran puisi di tengah masyarakat

"Puisi adalah media, alat penyampai pesan. Ada tujuan dalam tubuh dan jiwa puisi. Jadi puisi bukan hanya tentang kau, aku dan rindu. Puisi bisa tentang apa saja, merekam yang terjadi di sekitar kita. Apa yang ada di Rohil? Bagaimana sejarah dan kearifan lokalnya, apa yang perlu diperjuangkan, mari sama-sama kita tulis dalam puisi, agar puisi bukan hanya untuk puisi, tapi juga menjadi solusi," kata Kunni.

Hadir juga pada malam itu Ketua Dewan Kesenian Daerah (DKD) Rohil, Dinas Pariwisata, Polres setempat, LAM Rohil, Lembaga Melayu Bersatu (LMB), Rumpun Melayu Bersatu (RMB), Camat Kecamatan Bangko, komunitas seni di Rohil, penyair, seniman dan budayawan.

Selain panggung puisi, malam itu juga dibentang diskusi ringan. Diskusi menghadirkan Syaiful Anwar (budayawan Rohil), Afrizal (sejarawan muda Rohil), dan Kunni Masrohanti yang juga Ketua Penyair Perempuan Indonesia (PPI).(*)