Harga Tiket Pesawat ke Arab Saudi Melambung, Junaidi: Ini Problem Serius


Dibaca: 204 kali 
Jumat, 05 Agustus 2022 - 14:45:34 WIB
Harga Tiket Pesawat ke Arab Saudi Melambung, Junaidi: Ini Problem Serius Ketua DPD Amphuri Riau Kepri Junaidi.

Pekanbaru, Hariantimes.com - Biro penyelenggaran ibadah umrah saat ini dihadapkan pada masalah harga tiket yang melambung tinggi.

Kenaikan harga tiket pesawat ini bukan saja berdampak pada travel, tetapi juga masyarakat.

“Pusing, pusing, pusing. Kabar baiknya, umrah sudah mulai jalan. Namun sekarang kabar lainnya, harga tiket meroket tinggi hampir di semua maskapai. Harganya bukan naik ratusan ribu, tapi sampai jutaan rupiah. Ini problem serius,” ujar Ketua DPD Amphuri Riau Kepri Junaidi kepada Pers, Jumat (04/08/2022).

Dikatakannya, kenaikannya berkisar 2 sampai 4 juta disetiap maskapai penerbangan internasional tujuan Arab Saudi. Kenaikan ini tidak saja mempengaruhi travel tetapi juga akan berdampak pada calon jamaah umrah yang sebelumnya sudah mendaftar.

Ketika ditanya faktor kenaikan tiket yang tinggi ini, Junaidi belum dapat memastikan faktor apa saja penyebabnya. Sebab, selain harganya melambung tinggi, ketersediaan seat (tiket) juga terbatas.

“Sudahlah kenaikannya tinggi, seatnya juga terbatas. Apakah ada permainan broker dengan flight, apakah ini disengaja karena permintaan yang tinggi, wallahualam juga. Yang pasti saat ini, teman – teman pengurus dan asosiasi sedang mencari solusinya, langkah apa yang terbaik. Apakah kita menambah flight khusus, atau bagaimana. Semoga dalam waktu dekat ini, kita mendapatkan solusinya,” ungkapnya.

Menurutnya, bila kenaikan tiket yang tinggi ini tidak berubah tentu akan berdampak pada harga paket umrah yang ditawarkan kepada masyarakat khususnya calon jamaah umrah. Harga paket umrah, salah satu item terbesar yang mempengaruhinya ialah harga tiket pesawat.

“Kalau harga tiket yang tinggi ini bertahan dan tidak turun-turun, otomatis harga paket umrah pasti naik. Teman-teman travel umrah tentu tidak mau rugi. Kalau margin tipis, dapat dimaklumi. Namun kalau harus rugi, ya tentu tidaklah,” sebut Junaidi yang juga Direktur PT Shirotol Jannah, perusahaan penyelenggara umrah.(*)