Home | Nasional | Riau | Ekonomi | Politik | Hukrim | Pendidikan | Sportivitas | Sosialita | Wisata | Indeks Senin, 17 Agustus 2019
 
Kunker Ke Disnaker Batam
Komisi I DPRD Bengkalis Gali Sektor Tenaga Kerja Dongkrak PAD
Rabu, 13 Maret 2019 - 23:40:24 WIB
Ketua Komisi I DPRD Bengkalis menerima cenderamata dari Kabid Pembinaan Penempatan & Perluasan Kesempatan Kerja Pemko Batam Ir. Yuhermon

Bengkalis, Hariantimes.com - Komisi I DPRD Kabupaten Bengkalis Provinsi Riau dalam menjalankan tugas pokok dan fungsinya terus berupaya menggali sejumlah sektor yang akan menggerakkan perekonomian daerah salah satunya terkait kontribusi tenaga kerja yang ada terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Salah satu daerah menjadi acuan Komisi I untuk melakukan kunjungan kerja bebebrpa waktu yang lalu terkait keberhasilan tenaga kerja tersebut adalah Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Batam, dimana kota Batam sendiri diketahui sudah Go Internasional, dengan industry skala besarnya dan cukup berpengalaman dalam menangani masalah ketenaga kerjaan.

Komisi I dalam kunjungan tersebut dipimpin langsung Susianto bersama Wakil Ketua dr. Morison Bationg Sihite, Sekretaris Pipit lestari, beserta anggotanya Ita Azmi,Zuhandi, Hj. Aisyah, H. Asmara, Daud Gultom, Tinner WB Tumanggor dan Zulkifli. Sementara itu rombongan disambut langsung oleh  Ir. Yuhermon Kabid Pembinaan Penempatan & Perluasan Kesempatan Kerja dan juga Kasi Penempatan TKI Luar Negeri dan TKA Yusbawati.

"Kita lihat DBH Migas sekarang ini makin lama makin menurun, tentu saja kita tidak ingin Kabupaten Bengkalis bergantung terus DBH dari pusat, oleh karena itu kami ingin mencari solusi mengejar kenaikan PAD ini dan nantinya bisa bekerja sama dengan dinas-dinas terkait yang berkontribusi langsung dengan sektor ini," ujar Ketua Komisi I Susianto.

Dikatakannya, banyak persoalan yang menjadi catatan Komisi I, dinataranya kontribusi dari dinas tenaga kerja Kota Batam untuk menambah PAD, kemudian target-target yang ditentukan. Dan juga permasalahan tenaga kerja lokal yang bekerja di perusahaan asing yang mempunyai skill tetapi masih tetap diberi upah seperti tenaga kerja umum yang lainnya.

Selain itu tenaga kerja lokal perlu diberikan pelatihan khusus agar bisa bersaing dengan tenaga kerja asing sehingga tenaga kerja lokal bisa mendapatkan upah kerja dan kesejahteraan yang sama dengan tenaga kerja asing.

"Di Kabupaten Bnegkalis sendiri juga terdapat beberapa perusahaan asing, masukan dan saran ini penting bagi kami agar bisa kami terapkannantinya di Kabupaten yang berjulukan negeri junjungan ini," kata Susianto.


Terlihat Kabid Pembinaan Penempatan dan Perluasan Kesempatan Kerja Pemko Batam Ir. Yuhermon memberikan pemaparan terkait tenaga kerja kepada rombongan Komisi I DPRD Bengkalis

Wakil ketua Komisi I dr. Morison Bationg Sihite pada pertemuan tersebut juga menanyakan tentang bagaimana cara mencegah terjadinya PHK tenaga kerja lokal yang bekerja di perusahaan asing.

"Kami rasa terkait masalah ketenagakerjaan ini perlu juga mengetahui langkah-langkah yang diambil untuk mengantisipasi terjadinya pemberhentian tenaga kerja lokal agar tidak menambah angka pengangguran," ujar Morison.

Hal lain terkait sektor pariwisata lokal Batam yang mungkin saat ini sedang lesu, bagaimana antisipasi Pemko Batam supaya tetap mempertahankan sektor pariwisata menjadi sektor utama karena hal ini juga berkaitan dengan banyaknya menggunakan jasa tenaga kerja lokal di bidang industri pariwisata tersebut.

"Kita lihat sekarang pariwisata di kota Batam ini sedang lesu, hal ini tentu menjadi perhatian Pemko Batam dalam meningkatkan sektor ini dengan banyaknya menggunakan tenaga kerja lokal," tanya Morison.

Kabid Pembinaan Penempatan dan Perluasan Kesempatan Kerja Pemko Batam Ir. Yuhermon pada kesempatan tersebut menerangkan untuk masalah PAD melalui ketenagakerjaan saat ini trendnya hampir sama.

"Hasil yang didapat dilaporkan ke Provinsi kemudian ke pusat baru setelah itu dibagikan ke daerah asal masing-masing, hanya saat itu kota Batam sendiri pernah mencapai sekitar Rp30 miliar, saya kira Bengkalis juga bisa melakukan hal serupa," ungkapnya.

Sedangkan permasalahan tenaga kerja lokal supaya bisa bersaing dengan tenaga kerja asing di perusahaan asing, memang mereka diberikan pelatihan khusus terlebih dahulu di awal sesuai dengan kebutuhan teknis perusahaan asing tersebut.

"Hanya saja karena tingkat kompetisi yang makin tinggi, kemudian sedikitnya kesempatan kerja di perusahaan asing sehingga mereka kalah bersaing, hal inilah yang dimanfaatkan oleh segelintir pihak untuk mengambil keuntungan dengan menggunakan jasa tenaga kerja lokal yang mempunyai skill namun tidak ditempatkan pada posisinya pada perusahaan asing tersebut, sehingga gaji mereka tetap berada dibawah tenaga kerja asing,"imbuhnya.

Ketua Komisi I Susianto  bersama anggota menanyakan sejumlah pencapaian yang dilakukan Dinas Tenaga Kerja Batam dalam mendongkrak sektor PAD

 Berkaitan pertanyaan yang disampaikan wakil ketua Komisi I,karena posisi bargening masih rendah sehingga upah tenaga kerja lokal jauh dibawah tenaga kerja asing, kemudian hal ini bisa mengakibatkan rendahnya penyerapan tenaga kerja lokal dan ini bisa menimbulkan bertambahnya angka pengangguran.

"Solusi yang paling tepat adalah membuka lapangan pekerjaan baru bagi tenaga kerja lokal, membuat peluang baru di sektor pariwisata kreatif, kita lihat sendiri di Batam banyaknya penyerapan tenaga kerja lokal yang bahkan kebanyakan dari mereka datang dari luar kota Batam dan dari negara luar, mereka mencari peluang untuk bekerja disini," tambahnya.
 
Kasi Penempatan TKI Luar Negeri dan TKA pemerintahan Kota Batam Yusbawati menjelaskan, setelah diberikan pelatihan, tenaga kerja harus  berada pada posisi yang tepat sesuai dengan keahliannya.

"Kalau kita mau bekerja sedikit lebih dalam lagi, masalah ini bisa diatasi. Setelah atau sebelum memberikan pelatihan, Dinas Tenaga Kerja bisa melakukan monitoring dan turun ke lapangan, mereka bisa mengecek ke tiap-tiap perusahaan yang berada di daerah tersebut," jelasnya.

Kemudian mencari informasi tenaga kerja bidang apa saja yang dibutuhkan dan setelah itu diberikan pelatihan sesuai dengan kebutuhan perusahaan, dan Dinas Tenaga Kerja bisa melakukan komunikasi penjajakan MoU dengan perusahaan tersebut.

"Dengan langkah tersebut tenaga kerja lokal yang sudah diberikan pelatihan bisa langsung diserap dan bekerja sesuai dengan keahlian di perusahaan tersebut," tutupnya.(Advetorial)




 
Berita Lainnya :
  • Komisi I DPRD Bengkalis Gali Sektor Tenaga Kerja Dongkrak PAD
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Polsek Bukit Batu Goro Perbaiki Jaling Kampung Baru
    02 Syamsuar: Sudah Waktunya Petani Memiliki Industri Hilir Sawit
    03 Puncak Hari Jadi Kota Pekanbaru ke-235 Dikemas Secara Sederhana
    04 M Hanafi: MSJ Jakarta akan Membuat Registrasi Online
    05 Syahril: Secara Uji Kelayakan, Kita Sudah Gandeng Dishub Riau
    06 Besok, PWI Riau Gelar Halal Bi Halal
    07 Kondisi Jalan Di Benai Memprihatinkan
    08 Polsek Bukit Batu Bakti Religi di Masjid Darul Ihsan
    09 Warga Perum Pondok Ratu Ditangkap Anggota Opsnal Polsek Senapelan
    10 Polisi Cokok Bandar di Sako
    11 Polsek Bukit Batu Beri Bantuan Sembako ke Warga
    12 Kalab Teknik Sipil UIR Ikuti Short Term Program for Laboratory 2019
    13 Kapolres Kuansing Apresiasi Seluruh Jajaran dan Stake Holder Terkait
    14 Agustiar: Hadiah Tiket Umroh ke Tanah Suci
    15 Raja Yosi : Puluhan Kompetitor Berlaga Diajang Antar Kecamatan
    16 Wabup Halim Doakan Kesembuhan Linskar
    17 Supriati : Siap Untuk Kuansing Lebih Baik
    18 BKD Riau Ajukan 10.381 ke Pusat
    19 Wako Pekanbaru Optimis Bisa Memperoleh Poin BB
    20 Gubri Minta Jadi Perhatian Ekstra
    21 Andi Putra : Mari Kita Tatap Kuansing Lebih Baik Kedepannya
    22 Aden Gultom: Cabe Merah, Kentang dan Bawang Putih Penyebab Utama
     
     
    Galeri Foto | Advertorial | Indeks Berita
    Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Tentang Kami
    © HarianTimes.Com - #Kanal Informasi Public