Home | Nasional | Riau | Ekonomi | Politik | Hukrim | Pendidikan | Sportivitas | Sosialita | Wisata | Indeks Minggu, 26 Agustus 2019
 
Kasus Perambah Hutan Segati
Sustyo: Masih Berstatus Pulbaket oleh Dinas LHK Riau
Selasa, 14 Mei 2019 - 13:38:30 WIB
Acara Ngobrol Pintar (Ngopi) bersama ratusan wartawan PWI Riau di Gedung Graha Pena Jalan Subrantas, Senin (13/05/2019).

Pekanbaru, Hariantimes.com - Kasus dua unit eksavator yang diduga digunakan merambah hutan Desa Segati, Kecamatan Langgam, Kabupaten Pelalawan Februari silam, hingga kini masih berstatus pengumpulan barang bukti dan keterangan (pulbaket) oleh Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Riau.

Penegasan itu disampaikan Direktur Pencegahan dan Pengamanan Hutan Ditjen Penegakan Hukum Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Ir Sustyo Iriyono MSi didampingi Kepala Balai Hukum Gakkum Wilayah Sumatera, Edward Hutapea  pada acara Ngobrol Pintar (Ngopi) bersama ratusan wartawan PWI Riau di Gedung Graha Pena Jalan Subrantas, Senin (13/05/2019).

Edward mengaku, tugas seorang penyidik adàlah membuat terang suatu perkara. Diantaranya berdasarkab bukti yang ada, keterangan dan pendapat ahli. Ia pun mengaku tidak mengetahui skenario yang dibangun Dinas LHK Riau dalam membuktikan kasus tersebut.

"Bisa saja ada barang bukti lain yang diamankan Dinas LHK Riau yang justru nilainya sama. Misalnya mengambil langsung pohon sawitnya karena terkait dengan penbuktian. Kita kan membuktikan unsur kegiatan perkebunan di kawasan hutan nih kan", katanya.

Menurutnya, ada dua dua pasal diantaranya 92 dan pasal 93 yang mengatakan bahwa dilarang membawa alat beratm dan dilarang melakukan kegiatan perkebunan. Jika salah satu pasal terpenuhi, maka hal itu sudag masuk kategori melawan hukum.

Edward meyakini, tak disitanya dua unit eksavator oleh Polhut Dinas LHK Riau awal Februari lalu di lokasi perambahan hutan di desa Segati, dikarenakan ada barang bukti lain yang sudah dibawa Dinas LHK Riau.

Namun demikian kata Edward dalam suatu operasi yang ideal, barang bukti yang ditemukan di lapanganm dibawa terlebih dahulu menjadi barang temuan. Kemudian kalau ada orang lain yang datang mengklaim bahwa barang temuan itu miliknya, ma7ka dari sana diambil legalitas barang tersebut.

Edward pun enggan memberikan penilaian terhadap Polhut Dinas LHK Riau yang tak melakukan penyitaan saat kedua eksavator itu ditemukan di lapangan.

"Yang jelas ada caralah ketika jita tidak mebemukan orang, maka itu kita jadikan barang temuan. UU memperbolehkan itu sampai kita ketemu oranf yang punya. Kenapa kawan-kawan du Pemda tidak melakukan itu, iya saya tidak tahu", ujarnya.

Sekedar diketahui, Dinas LHK Riau melalui Kasat Polhut P. Tampubolin SH membenarkan anggotanya turun ke lokasi pada Senin 4 Februari lalu.

"Iya benar, anggota kita turun kesana karena ada informasi bahwa disana ada perambahan hutan. Ketika sampai di lokasi kita mendapati dua unit eksavator. Hanya saja kita tidak mendapati satu orang pun di lokasi," ucapnya seraya mengatakan, informasi yang diterima dari warga desa Segati, eksavator yang tengah digunakan untuk pembersihan lahan itu disebut-sebut milik PT Eka Sari Lorena Transport. 

Terkait tindakan yang dilakukan pihaknya terhadap alat berat yang ditemukan di lapangan, bahkan tak mau gegabah.

"Kalau kita lakukan upaya hukum seperti penyitaan, siapa yang bertanggungjawab. Di lokasi tak satupun orang termasuk operator kita temukan, ini yang menjadi dilema," ujarnya.

Sebelumnya, Ketua PWI Riau Zulmansyah Sekedang pada acara Ngopi bersama dengan KLHK Riau yang kali ketiga ini, meminta para narasumber untuk memberikan pencerahan terhadap kondisi lingkungan dan kehutanan di Provinsi Riau.

Zulmansyah pun mendorong para wartawan bertanya dan menulis berita terkait temuan atau informasi yang diperoleh di bidang LHK.

Adapun narasumber yang hadir pada acara Ngopi PWI Riau sekaligus Buka Puasa Bersama Insan Pers itu diantaranya, Dirjen KSDAE Kemen LHK Ir. Wiratno, MSc, Direktur Pencegahan dan Pengamanan Hutan, Ditjen Gakkum LHK, KLHK Ir Sustyo Iriyono MSi dan Ketua Majelis Lingkungam Hidup Muhammadyah Riau DR Elviriadi, SPi MSi.(fin)



 
Berita Lainnya :
  • Sustyo: Masih Berstatus Pulbaket oleh Dinas LHK Riau
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Polantas Pekanbaru Bantu ibu Hamil yang Akan Melahirkan Menuju RS
    02 1.778 Desa di Riau Sudah Berlistrik
    03 UIR Wisuda 1.022 Magister, Sarjana dan Ahli Madya
    04 PNC Bukit Batu Bagi-Bagi Takjil ke Masyarakat
    05 Andi Putra Di Daulat Jadi Warga Kehormatan
    06 Mursini : Kita Bangun Kuansing Merata
    07 Sayyid: Ajang Silaturahmi dan Membuat Ikatan Keluarga MAN 3 Lebih Kuat Lagi
    08 Personil KSDA Riau Musnahkan Tanaman Sawit di TN Zamrud
    09 LSM Penjara: KSOP Bengkalis Diduga Main Mata
    10 Sekda Dianto : THR ASN Cair Hari Ini
    11 Sabtu Besok, UIR Wisuda 1.022 Magister, Sarjana dan Ahli Madya
    12 Mursini : Melalui Ramadhan Kita Tingkatkan Ukhuwah Islamiyah
    13 IMA Chapter Pekanbaru Santuni 100 Anak Yatim
    14 SPTI Santuni Anak Yatim
    15 Bupati : Ajang Menjemput Aspirasi Masyarakat
    16 Bupati Mursini : Semoga Bermanfaat dan Tingkatkan Ukhuwah Islamiyah
    17 Agus Mandar : Pasca Pemilu, Tetap Jaga Kamtibmas
    18 Bupati Mursini : Dengan Sistem Ini Masyarakat Bisa Memantau Langsung
    19 Pembuatan Paspor CJH Riau Sudah 4.073 Buah
    20 Firdaus: Akan Disesuaikan dengan Kemampuan Anggaran Daerah
    21 Gubri Instruksikan ASN tak Benarkan Bawa Mobdin Selama Cuti Lebaran
    22 Yusri: KPU Harus Terbuka
     
     
    Galeri Foto | Advertorial | Indeks Berita
    Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Tentang Kami
    © HarianTimes.Com - #Kanal Informasi Public