Home | Nasional | Riau | Ekonomi | Politik | Hukrim | Pendidikan | Sportivitas | Sosialita | Wisata | Indeks Jumat, 23 Agustus 2019
 
Terkait Konservasi
Wiratno: Saya Gak akan Basa Basi Kalau Ada Laporan dari Bawah
Selasa, 14 Mei 2019 - 05:07:19 WIB
Dirjen KSDAE Kemen LHK RI, Ir Wiratno MSc bersama Ketua PWI Riau H Zulmansyah Sekedang.

Pekanbaru, Hariantimes.com - Jumlah populasi satwa liar prioritas dalam kurun waktu tiga tahun terakhir di Indonesia mengalami peningkatan.

Peningkatan jumlah populasi satwa liar prioritas ini tidak terlepas dari peran media serta masyarakat yang ikut terlibat aktif dalam semangat konservasi.

Karena itu pihak Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) RI selalu membuka diri pada pihak-pihak yang ingin memberi informasi terkait konservasi.

"Saya gak akan basa basi kalau ada laporan dari bawah. Seluruh Taman Nasional juga sudah punya call center. Kalau ada laporan harus respon. Kalau tidak direspon, silahkan langsung lapor ke nomor WA pribadi saya, pasti saya akan respon," kata Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (Dirjen KSDAE) Kemen LHK RI, Ir Wiratno MSc dalam paparanya di hadapan lebih dari 150 wartawan yang hadir pada acara Ngobrol Pintar (Ngopi) Persatuan Wartawan Indonesia (PWI)-Kemen LHK RI seraya membagikan nomor handphone pribadinya di Kalianda Room Lantai 2 Gedung Graha Pena Riau, Jalan HR Soebrantas, Panam, Pekanbaru, Senin (13/05/2019) siang.

Meski masih banyak tantangan, tukas Wiratno, peningkatan jumlah populasi satwa liar yang dilindungi ini menunjukkan bahwa kerja konservasi pada pemerintahan ini menunjukkan hasil yang positif.

"Populasi satwa liar prioritas ini tersebar di berbagai kawasan konservasi. Di antaranya Jalak Bali di TN Bali Barat, dari 31 ekor di 2015 menjadi 191 ekor di 2019. Dalam kurun waktu yang sama, Badak Jawa di TN Ujung Kulon, naik dari 63 ekor menjadi 68 ekor. Owa Jawa dari 546 ekor menjadi 1.107 ekor. Gajah Sumatera dari 611 ekor menjadi 693 ekor. Harimau Sumatera dari 180 ekor menjadi 220 ekor, dan Elang Jawa dari 91 ekor ke 113 ekor," beber Wiratno.

Lebih lanjut Wiratno mengatakan, sudah banyak langkah koreksi (corrective action) yang dilakukan di bawah kepemimpinan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya. Salah satunya, melibatkan masyarakat secara aktif.

"Banyak temuan-temuan dan upaya di lapangan, justru berasal dari laporan masyarakat dan diselesaikan bersama-sama dengan melibatkan masyarakat. Perlibatan publik baik melalui grup WA maupun media sosial menjadi salah satu kunci menjaga kelestarian ekosistem kita. Bersama publik kita harus melindungi kawasan yang masih utuh, merestorasi yang rusak, bangun koridor, dan upaya-upaya konservasi lainnya," ujar Wiratno sembari mengajak semua pihak untuk bersama-sama menjaga dan mengelola alam dengan benar agar mendatangkan keberkahan dan kesejahteraan masyarakat sekitar kawasan.

"Saya mencontohkan perubahan perilaku masyarakat di kawasan ekowisata Tangkahan, Kecamatan Batang Serangan, Kabupaten Langkat Sumatera Utara. Dulu di sini banyak aktivitas penebangan hutan. Namun sekarang masyarakat di sana tidak lagi beraktivitas mengganggu hutan. Mereka jaga kelestarian kawasan sehingga wisatawan banyak datang. Ada miliaran uang yang dihasilkan untuk menghidupi masyarakat sekitar kawasan itu," katanya.

Sementara itu,  Direktur Pencegahan dan Pengamanan Hutan Ditjen Penegakan Hukum Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Ir Sustyo Iriyono MSi menegaskan, pihaknya konsisten melakukan berbagai upaya baik pencegahan maupun penindakan hukum terhadap kejahatan lingkungan hidup dan kehutanan.

"Meski baru berusia 4 tahun, tapi Gakkum KLHK sangat tegas. Kami perkuat bukan hanya jumlah personil, tapi juga kemampuan. Kami menjalin kerjasama dengan berbagai instansi, sehingga informasi yang kita butuhkan terhadap pencegahan dan penegakan hukum mudah dilakukan. Ini langkah yang luar biasa untuk membangun komunikasi yang soft tentang isu-isu lingkungan," katanya.(ron)



 
Berita Lainnya :
  • Wiratno: Saya Gak akan Basa Basi Kalau Ada Laporan dari Bawah
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 YS, Warga Banglas Barat Diamankan Polisi
    02 Kanit Intel Polsek Bukit Batu Buka Turnamen Sepakbola Dompas Cup
    03 SKK Migas Taja Forum Diskusi Kontribusi Sektor Hulu Migas di Batam
    04 Zia: Target Kita Berikan Edukasi ke Masyarakat
    05 Sekda: Saya Berharap Semua Peserta Lulus
    06 Warga Tolak Pembebasan Lahannya Melalui KT
    07 Sekda: Akan Kita Implementasikan Secepatnya
    08 Bupati Harris: Teknopart Pelalawan Terluas di Indonesia
    09 Rusdi: Kedepannya LAMR Harus Serius dan aktif Mengawal Nilai Adat dan Budaya
    10 ST2P Gelar Pertandingan Olahraga
    11 Pengurus PWI Riau Juara Lomba Publikasi Kemenkes RI
    12 BPJS TK Pekanbaru Panam Ajak 81 Perusahaan Nobar di XXI Mal SKA
    13 CCAI Gelar Mobile Coke Tour di Politeknik Negeri Padang
    14 Mahasiswa Pattani Thailand Gelar Berbagai Kegiatan di UIR
    15 Menpar : Tahun 2020 Pacu Jalur Kuansing Masuk Calender Of Event Nasional
    16 Kantor Pemko Pekanbaru Belum Nyaman Dirasakan Sebagian ASN
    17 Menpar dan Gubri Diboyong Ke Ruang Rapat Bupati Kuansing
    18 Walikota: Kita Optimis Terwujud
    19 Maswir : RAPP Tetap Komit Dukung Kebudayaan Pacu Jalur Kuantan Singingi
    20 M Taufiq Oesman Hamid: Insya Allah September 2020 RoRo Dumai-Melaka Beroperasi
    21 Syaiful Bahri: Saya Siap Maju
    22 Eka Hospital akan Jadi RS Pertama di Indonesia Capai HIMSS Level 6
     
     
    Galeri Foto | Advertorial | Indeks Berita
    Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Tentang Kami
    © HarianTimes.Com - #Kanal Informasi Public