Home | Nasional | Riau | Ekonomi | Politik | Hukrim | Pendidikan | Sportivitas | Sosialita | Wisata | Indeks Kamis, 27 Agustus 2019
 
Harga TBS Anjlok Petani Plasma Kuansing Mengeluh
Rabu, 31 Oktober 2018 - 04:57:21 WIB
Truk sedang mengangkut TBS

TELUK KUANTAN, HarianTimes.com - Para pemilik kebun plasma kelapa sawit di Desa Muara Langsat Kecamatan Sentajo Raya, Kabupaten Kuansing menjerit dalam beberapa bulan terakhir. Pasalnya, harga jual tandan buah sawit (TBS) terus anjlok. Hingga pekan ke empat Oktober harga jual TBS di tingkat pabrik masih terbilang rendah, di kisaran Rp1.500 hingga Rp1.400 per kilogramnya.

Tidak seperti lazimnya, ketika produksi hasil panen buah kelapa sawit mengalami kenaikan seperti saat ini, harga jual biasanya merangkak naik dan sedikit melegakan para petani. Namun kenyataan di lapangan, pabrik kelapa sawit masih saja membeli sawit dengan harga di bawah Rp1.500 per kilogram dari para petani.

Ketua Koperasi Unit Desa (KUD) Langgeng unit Desa Muara Langsat, Armises Purlansep mengatakan, harga jual TBS petani plasma ditempatnya saat ini Rp1.400 per kilogram. Para petani kebun plasma sangat mengeluhkan terhadap harga TBS kelapa sawit tersebut.

"Mungkin bukan hanya petani plasma KUD Langgeng saja yang mengalami hal seperti ini. Tapi hampir seluruh petani turunnya harga TBS kelapa sawit dan mau dijual kemana hasil panennya. Sedangkan pihak perusahaan dalam membeli TBS kelapa sawit sangat terbatas," kata Armises, dikantornya, pada Sabtu (27/10) kemarin.

Ia mengatakan, mengatasi hal tersebut, pihaknya selaku pengurus KUD telah melakukan musyawarah dengan anggota KUD dan petani lainnya. Dengan menata ulang antrian dan usulan penyesuaian pembatasan atau kuota TBS kelapa sawit yang masuk ke pabrik pengolahan PT. CRS. 

"Entah sampai kapan kondisi ini bisa normal lagi, kita tak tahu juga. Sudah hampir empat bulan harga TBS mengalami penurunan terus. Harga TBS perkilo yang sebelumnya mencapai Rp1.900, kini hanya dikisaran Rp1.400 hingga Rp1.500 saja. Kita sebagai petani mau tidak mau harus menjual dengan harga tersebut, kalau tidak buah akan membusuk dan tidak ada harganya dan petani tentu akan lebih merugi lagi," ungkapnya.

Sementara Kadir, petani sawit setempat menjelaskan, anjloknya harga kelapa sawit membuat perekonomian keluarganya menjadi tidak stabil. Selama ini keluarganya hanya menggantungkan hidup dari hasil perkebunan sawit untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. 

"Harga sawit anjlok, wah, terasa betul dampak bagi kami. Maka itu kami harap Pemerintah terkait membantu mencari solusi bagi masyarakat dan membuat harga sawit kembali normal bahkan meningkat dari sebelumnya. Sehingga kesejahteraan masyarakat pun kembali membaik," harap Kadir.(hrp)



 
Berita Lainnya :
  • Harga TBS Anjlok Petani Plasma Kuansing Mengeluh
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Kapolda Riau Menggarisbawahi Ucapan Bupati Tentang Peredaran Narkoba
    02 Kapolda Riau: Mumpung Meresmikan Mapolres, Kami Silahturahmi
    03 Pemko Hapus Sanksi Administrasi PBB
    04 Insya Allah, PWI Riau akan Sembelih Tiga Ekor Sapi dan Beberapa Ekor Kambing
    05 Sekdakab Meranti: Jangan Khawatir, Kita akan Membantu Biaya Pengobatannya
    06 Bupati: Kita Berharap Dapat Berikan Pelayanan Prima ke Masyarakat
    07 Satlantas Polres Meranti Luncurkan Layanan SIM Keliling
    08 Novrizon: 10 Lulusan Terbaik Gratis Biaya UKW
    09 Atasi Kelangkaan Gas LPG 3 Kg, Bupati Terbitkan Surat Edaran
    10 Keken : Sedang Disiapkan Payung Hukum
    11 Bupati Harris Serius Tindaklanjuti Pembangunan Pelabuhan Sokoi
    12 Mantan Sang Runner Up Berhasil Gondol Piala Bergilir
    13 Yulian: Saya Nilai Kegiatan Ini Sangat Tepat
    14 Bupati Meranti Harapkan Alumni Pamong Praja Bisa Bantu Pemerintah
    15 Pengurus IKAPTK Kepulauan Meranti Dilantik
    16 Masyarakat Disuguhi Tontonan Dragon Boat Festival
    17 Tim Dayung Mahasiswa Unilak Duduki Posisi Juara 3
    18 Cak Mus : Saya Siap Pinang Ukup
    19 Dolly: Kami Minta Selamatkan PSPS Pekanbaru
    20 UIR dan SU Libya Bahas Kerjasama Pendidikan dan Penelitian
    21 Gubri: Saya Hadir Sebagai Delegasi Pemerintah Indonesia Dampingi Presiden Joko Widodo
    22 Sigit: Kita Minta Setiap Kelurahan Membuat Master Plan Masalah Banjir
     
     
    Galeri Foto | Advertorial | Indeks Berita
    Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Tentang Kami
    © HarianTimes.Com - #Kanal Informasi Public