Home | Nasional | Riau | Ekonomi | Politik | Hukrim | Pendidikan | Sportivitas | Sosialita | Wisata | Indeks Sabtu, 21 Agustus 2019
 
Sagu Diharapkan Bisa Jadi Komoditas Pangan Strategi Nasional
Jumat, 10 Agustus 2018 - 01:41:09 WIB
Bupati Kepulauan Meranti, Irwan Nasir saat menjadi narasumber kegiatan Gelar Pangan Nasional yang ditaja Kementerian Pertanian Badan Ketahanan Pangan RI di Balai Kartini, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, baru baru ini.
TERKAIT:
 
 
 

Jakarta, Hariantimes.Com - Dalam rangka mendorong percepatan penganekaragaman pangan berbasis sumber daya, komoditi sagu yang cukup melimpah di Kabupaten Kepulauan Meranti, Provinsi Riau, diharapkan bisa menjadi komoditas pangan strategis Nasional.

Harapan itu disampaikan Bupati Kepulauan Meranti, Irwan Nasir saat menjadi narasumber kegiatan Gelar Pangan Nasional yang ditaja oleh Kementerian Pertanian Badan Ketahanan Pangan RI di Balai Kartini, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, baru baru ini.

Hadir pada acara itu, Sekjen Kementerian Pertanian RI, Ir Syukur Iwantoro, Direktur Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat Kemenkes RI, Dr Riskiyana Sukandi Putra MKes, Ketua GAPMMI Ir Adi Lukman dan unsur lainnya.

Mengawali pemaparannya, Bupati Irwan mengapresiasi Kementerian Pertanian yang telah menyelenggarakan kegiatan itu, ia berharap melalui kegiatan tersebut terjadi sosialisasi tentang pangan lokal khususnya Sagu.

Saat ini, kata Irwan, untuk mengembangkan Sagu tidak cukup hanya dilakukan oleh Pemerintah Daerah penghasil Sagu saja, tetapi harus mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pertanian.

Seperti diinformasikan Bupati Irwan yang juga Ketua Forum Komunikasi Kabupaten Penghasil Sagu Seluruh Indonesia (Fokus Kapasindo), potensi Sagu Indonesia sangat besar, dimana dari catatannya Indonesia adalah sumber penghasil Sagu terbesar di dunia.

"Dari seluruh potensi Sagu di Dunia, 5,5 juta hektarenya ada di Indonesia, tersebar di Papua 4 juta hektare dan di 67 kabupaten lainnya. Dimana salah satunya berada di Kabupaten Kepulauan Meranti. Jika di total hampir mencapai 6 juta hektare," jelas Irwan.

Menurutnya, sagu tergarap dengan baik baru di Meranti dan beberapa kabupaten saja. Khusus di Kepulauan Meranti, telah berhasil menempatkan Sagu sebagai komoditas ekspor andalan, menghasilkan tepung Sagu kering berkualitas tinggi 3.000 ton per tahun untuk di ekspor ke mancanegara.

"Sagu Meranti dikirim ke Jepang, Singapura, Malaysia dan ke Cirebon untuk mencukupi kebutuhan Sagu Nasional, dan ada juga pengusaha lokal yang mengekspor Sagu basah ke negara tetangga Malaysia dan Singapura, serta Cirebon," jelas Irwan.

Sejauh ini, ungkap Irwan, kendala yang dihadapi masih sangat kecilnya pasar Sagu di Indonesia dan dunia. Hal ini dikhawatirkan lambat laun akan menyebabkan petani Sagu mengalih fungsikan lahan produktifnya untuk komoditas lain yang dianggap lebih menguntungkan.

Sekedar informasi, saat ini harga tepung Sagu kering dipasaran Kepulauan Meranti hanya berkisar 5.500 perkilogram, jauh lebih murah jika dibandingkan dengan beras, padahal jika dilihat dari segi gizi tidak kalah.

"Untuk itu kami memandang sangat perlu campur tangan pemerintah pusat untuk memberikan rangsangan kepada para petani Sagu agar bersemangat mengembangkan pangan alternatif ini di Indonesia, karena Sagu sangat layak menjadi alternatif menggantikan beras," jelas Irwan.

Seperti disadari, lahan padi atau beras dari waktu kewaktu terus menurun, begitu juga produksinya dan disisi lain jumlah penduduk Indonesia terus bertambah diperkirakan dalam beberapa tahun kedepan pasokan beras di Indonesia lambat laun akan memasuki fase krisis.

"Oleh karena itu mulai saat ini Pemda yang didukung oleh Pemerintah Pusat sudah harus memikirkan Sagu sebagai alternatif pengganti beras, Sagu sebagai komoditas asli Indonesia dengan potensi yang melimpah harus didorong perkembangannya," papar Irwan seraya mengajak semua pihak untuk mendukung Sagu sebagai pangan yang sehat dan bergizi tinggi dengan mensosialisasikannya kepada seluruh rakyat Indonesia, hingga kedepannya dihasilkan berbahai jenis makanan yang terbuat dari olahan Sagu dan yang terpenting dapat diterima luas oleh masyarakat Indonesia.

"Khusus di Kepulauan Meranti, kami sudah berhasil mendapatkan Rekor MURI sebagai daerah yang sukses menciptakan menu berbahan dasar Sagu terbanyak di Indonesia, yakni 369 variasi. Saya kira ini perlu disosialisasikan agar rakyat Indonesia tahu bahwa Sagu bisa dikembangkan dan bisa dijadikan bahan makanan layaknya beras ataupun gandum," ulasnya.

Salah satu masukan terpenting dalam rangka mengembangkan Sagu dan meningkatkan kesejahteraan petani, Irwan mengharapkan partisipasi Perum Bulog sebagai pengelola logistik negara dalam membeli komoditas Sagu layaknya beras.

"Jika Bulog membeli Sagu sebagaimana Bulog membeli beras, kami yakin kesejahteraan petani Sagu akan meningkat sekaligus memberikan rangsangan bagi mereka untuk terus mengembangkannya, sehingga Sagu tidak kalah saing dibanding beras, gandum, jagung, kedelai dan lainnya," ungkap Irwan.

Pada kegiatan itu, Bupati Irwan sebagai Ketua Fokus Kapasindo melakukan penandatanganan MoU pengembangan Pangan Lokal dengan Kepala Badan Ketahanan Pangan, Ketua Asosiasi Petani Organik, Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (GAPMMI), dan Ketua Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI), yang disaksikan oleh Sekjen Kementerian Pertanian RI, Ir. Syukur Iwantoro.

Sekjen Kementan RI dan rombongan juga berkesempatan mengunjungi Stand Pameran Pangan Lokal dari seluruh Provinsi di Indonesia dan mencicipi aneka makanan yang disajikan, dimana para tamu yang hadir tampak antusias menikmati makanan olahan pangan lokal yang ada.(*/ron)



 
Berita Lainnya :
  • Sagu Diharapkan Bisa Jadi Komoditas Pangan Strategi Nasional
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Pasangan Calon Bupati dan Wabup Kuansing, Halim - Komperensi Dideklarasikan
    02 Zulmansyah Bawa Rombongan Kunjungi Tiga Media Besar di Ho Chi Minh
    03 Kabut Asap Masih Tebal, Sekolah Kembali Diliburkan
    04 Pemuda Pengangguran Meringkuk di Jeruji Besi Polsek Tenayan Raya
    05 2020, PMBRW Simpang Tiga Fokus Budidaya Lele, Menjahit dan Pelatihan Perhotelan
    06
    07 Kuansing Raih Penghargaan Terbaik Ketiga Se Riau
    08 FAM Kuansing Bagikan Ribuan Masker Gratis
    09 Tim Kesehatan Mekar Sejati Berikan Masker Air dan Pengobatan Gratis Kepada Masyarakat
    10 Ketua PWI Bawa Peserta Studi Jurnalistik Silaturahmi ke Kantor VJA di Ho Chi Minh City
    11 AKBP Taufiq Lukman Nurhidayat, Kapolres Meranti Kelima
    12 Panitia akan Hadirkan Juara I MTQ Antar Bangsa di Teheran
    13 Wawan: Tidak Korupsi dan Tidak Bermain Proyek
    14 Razia Lanjutan, Satpol PP Cokok Waria Sedang Cari Mangsa
    15 Ibu Negara Sosialisasikan Bahaya Narkoba Kepada Pelajar Lewat Kuis Berhadiah
    16 Satpol PP Amankan Pasangan Mesum
    17 Presiden Minta Tindak Tegas Pelaku Karhutla Dijalur Hukum
    18 Presiden Jokowi Tegaskan Pentingnya Pencegahan Karhutla
    19 Kapolri dan Panglima TNI Ikuti Sholat Istisqa' Minta Hujan Bersama Presiden Joko Widodo
    20 Agus : Alhamdulillah Pelayanan Puskesmas Memuaskan
    21 Pemkab Siak Kembali Laksansakan Shalat Istisqo'
    22 IM3 Ooredoo Digitalent Asah Kreatifitas Digital Siswa
     
     
    Galeri Foto | Advertorial | Indeks Berita
    Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Tentang Kami
    © HarianTimes.Com - #Kanal Informasi Public