Home | Nasional | Riau | Ekonomi | Politik | Hukrim | Pendidikan | Sportivitas | Sosialita | Wisata | Indeks Sabtu, 21 Agustus 2019
 
Rencana Penambahan Utang Baru Rp359,3 Triliun
Bhima: 2019, Beban Utang Indonesia Bakal Berat
Sabtu, 18 Agustus 2018 - 21:09:31 WIB
Ekonom dari Institute for Development of Economic and Finance (Indef) Bhima Yudhistira Adhinegara.

Jakarta, HarianTimes.Com - Pada tahun 2019 mendatang, beban utang Indonesia menurut ekonom dari Institute for Development of Economic and Finance (Indef) Bhima Yudhistira Adhinegara bakal berat. Diperkirakan beban utang Indonesia akan mencapai Rp4.685 triliun

"Tahun 2019 mendatang, rencana penambahan utang baru Rp359,3 triliun. Jadi total utang sampai akhir tahun 2019 adalah Rp4.685 triliun atau naik 8,3%. Ini tidak sinkron dengan pertumbuhan ekonomi yang ditargetkan 5,3% lebih rendah dari target 2018," ujar Bhima kepada media, Sabtu (18/08/2018).

Tidak hanya itu, Bhima juga menyebutkan, strategi untuk menutup utang jatuh tempo dengan melakukan refinancing alias terbitkan Surat Berharga Negara (SBN) baru lagi dengan tenor yang lebih panjang akan lebih sulit. Pasalnya tantangan beban bunga dipastikan naik. Karena tahun depan Fed rate diproyeksikan naik hingga 3 kali bunga acuan.

"Yield SBN saat ini sudah 8% untuk tenor 10 tahun. Total utang di 2018 dengan asumsi penambahan utang baru Rp387,4 trilun menjadi Rp4.326 triliun," beber Bhima.

Sebelumnya dalam laporan Nota Keuangan dan RAPBN 2019, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani memastikan pengelolaan utang Indonesia masih aman. Meski pembayaran utang tahun 2019 mendatang cukup berat lantaran utang pemerintah yang jatuh tempo di tahun tersebut cukup besar.

Mantan Direktur Bank Dunia itu mengungkapkan, jumlah utang pemerintah yang akan jatuh tempo pada 2019 mencapai Rp409 triliun. Walau demikian, pengelolaan utang pemerintah semakin baik terlihat dari dua indikator yang menunjukan kesehatan APBN, yakni defisit APBN dan tingkat keseimbangan primer.

Dipaparkan defisit APBN terus mengalami penurunan terhadap GDP. Pada tahun 2015, tercatat defisit APBN sempat menyentuh angka 2,59% dari GDP senilai Rp298,5 triliun. Angka ini perlahan turun pada 2016 sebesar 2,49% dan kembali turun pada 2017 menjadi 2,15%.

Target defisit APBN pada 2018 pun turun menjadi 2,12%. Sementara itu, pada RAPBN 2019 ini, defisit akan diperkirakan di 1,8% terhadap GDP. Angka tersebut lebih rendah dibandingkan defisit paling kecil yang pernah terjadi di 2012 yaitu 1,86% dari PDB.(*/ron)



 
Berita Lainnya :
  • Bhima: 2019, Beban Utang Indonesia Bakal Berat
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Pasangan Calon Bupati dan Wabup Kuansing, Halim - Komperensi Dideklarasikan
    02 Zulmansyah Bawa Rombongan Kunjungi Tiga Media Besar di Ho Chi Minh
    03 Kabut Asap Masih Tebal, Sekolah Kembali Diliburkan
    04 Pemuda Pengangguran Meringkuk di Jeruji Besi Polsek Tenayan Raya
    05 2020, PMBRW Simpang Tiga Fokus Budidaya Lele, Menjahit dan Pelatihan Perhotelan
    06
    07 Kuansing Raih Penghargaan Terbaik Ketiga Se Riau
    08 FAM Kuansing Bagikan Ribuan Masker Gratis
    09 Tim Kesehatan Mekar Sejati Berikan Masker Air dan Pengobatan Gratis Kepada Masyarakat
    10 Ketua PWI Bawa Peserta Studi Jurnalistik Silaturahmi ke Kantor VJA di Ho Chi Minh City
    11 AKBP Taufiq Lukman Nurhidayat, Kapolres Meranti Kelima
    12 Panitia akan Hadirkan Juara I MTQ Antar Bangsa di Teheran
    13 Wawan: Tidak Korupsi dan Tidak Bermain Proyek
    14 Razia Lanjutan, Satpol PP Cokok Waria Sedang Cari Mangsa
    15 Ibu Negara Sosialisasikan Bahaya Narkoba Kepada Pelajar Lewat Kuis Berhadiah
    16 Satpol PP Amankan Pasangan Mesum
    17 Presiden Minta Tindak Tegas Pelaku Karhutla Dijalur Hukum
    18 Presiden Jokowi Tegaskan Pentingnya Pencegahan Karhutla
    19 Kapolri dan Panglima TNI Ikuti Sholat Istisqa' Minta Hujan Bersama Presiden Joko Widodo
    20 Agus : Alhamdulillah Pelayanan Puskesmas Memuaskan
    21 Pemkab Siak Kembali Laksansakan Shalat Istisqo'
    22 IM3 Ooredoo Digitalent Asah Kreatifitas Digital Siswa
     
     
    Galeri Foto | Advertorial | Indeks Berita
    Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Tentang Kami
    © HarianTimes.Com - #Kanal Informasi Public