Home | Nasional | Riau | Ekonomi | Politik | Hukrim | Pendidikan | Sportivitas | Sosialita | Wisata | Indeks Kamis, 27 Agustus 2019
 
Rencana Penambahan Utang Baru Rp359,3 Triliun
Bhima: 2019, Beban Utang Indonesia Bakal Berat
Sabtu, 18 Agustus 2018 - 21:09:31 WIB
Ekonom dari Institute for Development of Economic and Finance (Indef) Bhima Yudhistira Adhinegara.

Jakarta, HarianTimes.Com - Pada tahun 2019 mendatang, beban utang Indonesia menurut ekonom dari Institute for Development of Economic and Finance (Indef) Bhima Yudhistira Adhinegara bakal berat. Diperkirakan beban utang Indonesia akan mencapai Rp4.685 triliun

"Tahun 2019 mendatang, rencana penambahan utang baru Rp359,3 triliun. Jadi total utang sampai akhir tahun 2019 adalah Rp4.685 triliun atau naik 8,3%. Ini tidak sinkron dengan pertumbuhan ekonomi yang ditargetkan 5,3% lebih rendah dari target 2018," ujar Bhima kepada media, Sabtu (18/08/2018).

Tidak hanya itu, Bhima juga menyebutkan, strategi untuk menutup utang jatuh tempo dengan melakukan refinancing alias terbitkan Surat Berharga Negara (SBN) baru lagi dengan tenor yang lebih panjang akan lebih sulit. Pasalnya tantangan beban bunga dipastikan naik. Karena tahun depan Fed rate diproyeksikan naik hingga 3 kali bunga acuan.

"Yield SBN saat ini sudah 8% untuk tenor 10 tahun. Total utang di 2018 dengan asumsi penambahan utang baru Rp387,4 trilun menjadi Rp4.326 triliun," beber Bhima.

Sebelumnya dalam laporan Nota Keuangan dan RAPBN 2019, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani memastikan pengelolaan utang Indonesia masih aman. Meski pembayaran utang tahun 2019 mendatang cukup berat lantaran utang pemerintah yang jatuh tempo di tahun tersebut cukup besar.

Mantan Direktur Bank Dunia itu mengungkapkan, jumlah utang pemerintah yang akan jatuh tempo pada 2019 mencapai Rp409 triliun. Walau demikian, pengelolaan utang pemerintah semakin baik terlihat dari dua indikator yang menunjukan kesehatan APBN, yakni defisit APBN dan tingkat keseimbangan primer.

Dipaparkan defisit APBN terus mengalami penurunan terhadap GDP. Pada tahun 2015, tercatat defisit APBN sempat menyentuh angka 2,59% dari GDP senilai Rp298,5 triliun. Angka ini perlahan turun pada 2016 sebesar 2,49% dan kembali turun pada 2017 menjadi 2,15%.

Target defisit APBN pada 2018 pun turun menjadi 2,12%. Sementara itu, pada RAPBN 2019 ini, defisit akan diperkirakan di 1,8% terhadap GDP. Angka tersebut lebih rendah dibandingkan defisit paling kecil yang pernah terjadi di 2012 yaitu 1,86% dari PDB.(*/ron)



 
Berita Lainnya :
  • Bhima: 2019, Beban Utang Indonesia Bakal Berat
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Bupati Meranti Curhat soal Kebiasaan Masyarakat
    02 Kapolda Riau Menggarisbawahi Ucapan Bupati Tentang Peredaran Narkoba
    03 Kapolda Riau: Mumpung Meresmikan Mapolres, Kami Silahturahmi
    04 Pemko Hapus Sanksi Administrasi PBB
    05 Insya Allah, PWI Riau akan Sembelih Tiga Ekor Sapi dan Beberapa Ekor Kambing
    06 Sekdakab Meranti: Jangan Khawatir, Kita akan Membantu Biaya Pengobatannya
    07 Bupati: Kita Berharap Dapat Berikan Pelayanan Prima ke Masyarakat
    08 Satlantas Polres Meranti Luncurkan Layanan SIM Keliling
    09 Novrizon: 10 Lulusan Terbaik Gratis Biaya UKW
    10 Atasi Kelangkaan Gas LPG 3 Kg, Bupati Terbitkan Surat Edaran
    11 Keken : Sedang Disiapkan Payung Hukum
    12 Bupati Harris Serius Tindaklanjuti Pembangunan Pelabuhan Sokoi
    13 Mantan Sang Runner Up Berhasil Gondol Piala Bergilir
    14 Yulian: Saya Nilai Kegiatan Ini Sangat Tepat
    15 Bupati Meranti Harapkan Alumni Pamong Praja Bisa Bantu Pemerintah
    16 Pengurus IKAPTK Kepulauan Meranti Dilantik
    17 Masyarakat Disuguhi Tontonan Dragon Boat Festival
    18 Tim Dayung Mahasiswa Unilak Duduki Posisi Juara 3
    19 Cak Mus : Saya Siap Pinang Ukup
    20 Dolly: Kami Minta Selamatkan PSPS Pekanbaru
    21 UIR dan SU Libya Bahas Kerjasama Pendidikan dan Penelitian
    22 Gubri: Saya Hadir Sebagai Delegasi Pemerintah Indonesia Dampingi Presiden Joko Widodo
     
     
    Galeri Foto | Advertorial | Indeks Berita
    Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Tentang Kami
    © HarianTimes.Com - #Kanal Informasi Public