Home | Nasional | Riau | Ekonomi | Politik | Hukrim | Pendidikan | Sportivitas | Sosialita | Wisata | Indeks Kamis, 27 Agustus 2019
 
Pemerintah Dorong Pengembangan Kawasan Bisnis Morowali
Menko Maritim RI, Luhut B Pandjaitan : Investor Harus Gandeng Partner Lokal
Minggu, 13 Januari 2019 - 16:19:37 WIB
Menko Kemaritiman RI, Luhut B. Pandjaitan saat melakukan pertemuan dengan para investor di Wisma IMIP, Morowali

Morowali, HarianTimes.com - Menko Maritim Luhut Pandjaitan saat berkunjung ke kawasan IMIP (Indonesia Morowali Industrial Park) mengadakan pertemuan makan malam dengan investor/calon investor dari Cina yang berpartisipasi dalam mengembangkan kawasan industri ini, pada Kamis (10/01) lalu.

Di depan para hadirin, Menko Luhut mengatakan bahwa pemerintah sangat mendorong upaya pengembangan kawasan industri ini tetapi ada syarat yang tidak boleh diabaikan. 

"Pemerintah akan membantu agar ini bisa dikembangkan menjadi kawasan ekonomi khusus tetapi syaratnya, Anda harus menggandeng partner lokal. Hal ini tidak boleh ditawar. Tentunya kerjasama itu harus menguntungkan kedua belah pihak," tegasnya.

Menko Luhut mengungkapkan keinginan pemerintah untuk mendekatkan industri hulu ke hilir dalam satu kawasan sehingga impor bisa dikurangi. "Kalau sekarang di wilayah ini produk yang dihasilkan sudah sampai _carbon steel_ (baja karbon) kami berharap nanti akan dihasilkan juga produk turunan lainnya. Begitu juga dengan baterai, dari industri hulu hingga produk akhirnya bisa dikerjakan di sini," ujarnya. 

Menko Luhut menyarankan produk baterai yang dihasilkan nantinya difokuskan pada baterai untuk sepeda motor, lalu baterai untuk kendaraan umum baru setelah itu baterai untuk kendaraan pribadi. 

Kerjasama dengan partner lokal bukan saja di bidang industri, menurut Menko Luhut Universitas Tsinghua dari Beijing telah menyatakan keinginan mereka untuk mendirikan pusat riset di Morowali dan tentunya akan bekerjasama dengan perguruan tinggi di Indonesia seperti ITB, atau perguruan tinggi Indonesia lainnya. 

Pada kesempatan itu hadir Direktur Utama PT Inalum, Budi Sadikin, perusahaan yang menurut Menko Luhut bisa menjadi partner lokal para investor, hadir juga Maniwanen CEO dari Busana Aparel Grup yang mewakili sektor swasta dan berbicara tentang prospek bisnis di Indonesia dan aktivis reformasi Hariman Siregar. 

Mr. Maniwanen mengatakan industri-industri di Indonesia yang membutuhkan stainless steel selama ini masih impor untuk memenuhi kebutuhan mereka, jadi dengan adanya stainless steel yang dihasilkan di kawasan IMIP ini, menurutnya, pasti akan bisa diserap oleh industri dalam negeri karena bisa menghemat biaya transportasi bahkan bisa memunculkan industri-industri hilir yang baru. Mr. Manimawen mengatakan sektor swasta siap bekerja sama dengan kawasan industri ini. Pertemuan ini diikuti oleh Mr. Xiang Guangda, Presiden Direktur Tsingshan Group, Mr. Xu Kaihua, Presiden Direktur Gelinmei, Mr. Li Changdong, Presiden Direktur CATL, Mr. Chen Xuehua, Huayou, Direktur dari BRUNP Recycling dan perwakilan perusahaan Jepang Mr. Hironari Furukawa, Presiden Hanwa. 

Mereka menyatakan komitmennya untuk bermitra dengan perusahaan indonesia, membawa teknologi terbaru serta menjaga dan memelihara lingkungan hidup sekitar dari pencemaran. 

Tenaga Kerja Asing

Setelah pertemuan, Mr. Maniwanen mengatakan kekagumannya pada kawasan industri ini. "Secara biaya, kawasan ini sangat efisien otomatis biayanya bisa dihemat banyak. Setelah berkeliling tadi, saya tidak percaya akan pernyataan orang yang mengatakan ini bentuk invasi Cina, tidak ada itu. Mereka datang ke sini membawa modal.

Tenaga kerja asing yang dari Cina itu datang ke sini kan gajinya dua kali atau tiga kali lipat. Mereka tinggalkan keluarga di sana untuk datang ke sini. Pasti perusahaan juga tidak mau berlama-lama memperkerjakan orang asing ini,” katanya. Ia yakin tenaga kerja asing tersebut tidak akan selamanya di Indonesia. 

Hariman Siregar mengatakan hal yang sama. “Para pengusaha itu pasti tidak akan lama memperkerjakan mereka di sini. Ongkosnya terlalu mahal untuk mereka. Hal-hal seperti ini tidak perlu dipolitisasi,” ujarnya. 

IMIP mengatakan dari 30.028 tenaga kerja di sana, ada 3.100 tenaga kerja asing dengan masa kontrak paling lama tiga tahun.(*/hrp)



 
Berita Lainnya :
  • Menko Maritim RI, Luhut B Pandjaitan : Investor Harus Gandeng Partner Lokal
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Kapolda Riau Menggarisbawahi Ucapan Bupati Tentang Peredaran Narkoba
    02 Kapolda Riau: Mumpung Meresmikan Mapolres, Kami Silahturahmi
    03 Pemko Hapus Sanksi Administrasi PBB
    04 Insya Allah, PWI Riau akan Sembelih Tiga Ekor Sapi dan Beberapa Ekor Kambing
    05 Sekdakab Meranti: Jangan Khawatir, Kita akan Membantu Biaya Pengobatannya
    06 Bupati: Kita Berharap Dapat Berikan Pelayanan Prima ke Masyarakat
    07 Satlantas Polres Meranti Luncurkan Layanan SIM Keliling
    08 Novrizon: 10 Lulusan Terbaik Gratis Biaya UKW
    09 Atasi Kelangkaan Gas LPG 3 Kg, Bupati Terbitkan Surat Edaran
    10 Keken : Sedang Disiapkan Payung Hukum
    11 Bupati Harris Serius Tindaklanjuti Pembangunan Pelabuhan Sokoi
    12 Mantan Sang Runner Up Berhasil Gondol Piala Bergilir
    13 Yulian: Saya Nilai Kegiatan Ini Sangat Tepat
    14 Bupati Meranti Harapkan Alumni Pamong Praja Bisa Bantu Pemerintah
    15 Pengurus IKAPTK Kepulauan Meranti Dilantik
    16 Masyarakat Disuguhi Tontonan Dragon Boat Festival
    17 Tim Dayung Mahasiswa Unilak Duduki Posisi Juara 3
    18 Cak Mus : Saya Siap Pinang Ukup
    19 Dolly: Kami Minta Selamatkan PSPS Pekanbaru
    20 UIR dan SU Libya Bahas Kerjasama Pendidikan dan Penelitian
    21 Gubri: Saya Hadir Sebagai Delegasi Pemerintah Indonesia Dampingi Presiden Joko Widodo
    22 Sigit: Kita Minta Setiap Kelurahan Membuat Master Plan Masalah Banjir
     
     
    Galeri Foto | Advertorial | Indeks Berita
    Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Tentang Kami
    © HarianTimes.Com - #Kanal Informasi Public