Home | Nasional | Riau | Ekonomi | Politik | Hukrim | Pendidikan | Sportivitas | Sosialita | Wisata | Indeks Sabtu, 21 Agustus 2019
 
Pemerintah Dorong Pengembangan Kawasan Bisnis Morowali
Menko Maritim RI, Luhut B Pandjaitan : Investor Harus Gandeng Partner Lokal
Minggu, 13 Januari 2019 - 16:19:37 WIB
Menko Kemaritiman RI, Luhut B. Pandjaitan saat melakukan pertemuan dengan para investor di Wisma IMIP, Morowali

Morowali, HarianTimes.com - Menko Maritim Luhut Pandjaitan saat berkunjung ke kawasan IMIP (Indonesia Morowali Industrial Park) mengadakan pertemuan makan malam dengan investor/calon investor dari Cina yang berpartisipasi dalam mengembangkan kawasan industri ini, pada Kamis (10/01) lalu.

Di depan para hadirin, Menko Luhut mengatakan bahwa pemerintah sangat mendorong upaya pengembangan kawasan industri ini tetapi ada syarat yang tidak boleh diabaikan. 

"Pemerintah akan membantu agar ini bisa dikembangkan menjadi kawasan ekonomi khusus tetapi syaratnya, Anda harus menggandeng partner lokal. Hal ini tidak boleh ditawar. Tentunya kerjasama itu harus menguntungkan kedua belah pihak," tegasnya.

Menko Luhut mengungkapkan keinginan pemerintah untuk mendekatkan industri hulu ke hilir dalam satu kawasan sehingga impor bisa dikurangi. "Kalau sekarang di wilayah ini produk yang dihasilkan sudah sampai _carbon steel_ (baja karbon) kami berharap nanti akan dihasilkan juga produk turunan lainnya. Begitu juga dengan baterai, dari industri hulu hingga produk akhirnya bisa dikerjakan di sini," ujarnya. 

Menko Luhut menyarankan produk baterai yang dihasilkan nantinya difokuskan pada baterai untuk sepeda motor, lalu baterai untuk kendaraan umum baru setelah itu baterai untuk kendaraan pribadi. 

Kerjasama dengan partner lokal bukan saja di bidang industri, menurut Menko Luhut Universitas Tsinghua dari Beijing telah menyatakan keinginan mereka untuk mendirikan pusat riset di Morowali dan tentunya akan bekerjasama dengan perguruan tinggi di Indonesia seperti ITB, atau perguruan tinggi Indonesia lainnya. 

Pada kesempatan itu hadir Direktur Utama PT Inalum, Budi Sadikin, perusahaan yang menurut Menko Luhut bisa menjadi partner lokal para investor, hadir juga Maniwanen CEO dari Busana Aparel Grup yang mewakili sektor swasta dan berbicara tentang prospek bisnis di Indonesia dan aktivis reformasi Hariman Siregar. 

Mr. Maniwanen mengatakan industri-industri di Indonesia yang membutuhkan stainless steel selama ini masih impor untuk memenuhi kebutuhan mereka, jadi dengan adanya stainless steel yang dihasilkan di kawasan IMIP ini, menurutnya, pasti akan bisa diserap oleh industri dalam negeri karena bisa menghemat biaya transportasi bahkan bisa memunculkan industri-industri hilir yang baru. Mr. Manimawen mengatakan sektor swasta siap bekerja sama dengan kawasan industri ini. Pertemuan ini diikuti oleh Mr. Xiang Guangda, Presiden Direktur Tsingshan Group, Mr. Xu Kaihua, Presiden Direktur Gelinmei, Mr. Li Changdong, Presiden Direktur CATL, Mr. Chen Xuehua, Huayou, Direktur dari BRUNP Recycling dan perwakilan perusahaan Jepang Mr. Hironari Furukawa, Presiden Hanwa. 

Mereka menyatakan komitmennya untuk bermitra dengan perusahaan indonesia, membawa teknologi terbaru serta menjaga dan memelihara lingkungan hidup sekitar dari pencemaran. 

Tenaga Kerja Asing

Setelah pertemuan, Mr. Maniwanen mengatakan kekagumannya pada kawasan industri ini. "Secara biaya, kawasan ini sangat efisien otomatis biayanya bisa dihemat banyak. Setelah berkeliling tadi, saya tidak percaya akan pernyataan orang yang mengatakan ini bentuk invasi Cina, tidak ada itu. Mereka datang ke sini membawa modal.

Tenaga kerja asing yang dari Cina itu datang ke sini kan gajinya dua kali atau tiga kali lipat. Mereka tinggalkan keluarga di sana untuk datang ke sini. Pasti perusahaan juga tidak mau berlama-lama memperkerjakan orang asing ini,” katanya. Ia yakin tenaga kerja asing tersebut tidak akan selamanya di Indonesia. 

Hariman Siregar mengatakan hal yang sama. “Para pengusaha itu pasti tidak akan lama memperkerjakan mereka di sini. Ongkosnya terlalu mahal untuk mereka. Hal-hal seperti ini tidak perlu dipolitisasi,” ujarnya. 

IMIP mengatakan dari 30.028 tenaga kerja di sana, ada 3.100 tenaga kerja asing dengan masa kontrak paling lama tiga tahun.(*/hrp)



 
Berita Lainnya :
  • Menko Maritim RI, Luhut B Pandjaitan : Investor Harus Gandeng Partner Lokal
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Pasangan Calon Bupati dan Wabup Kuansing, Halim - Komperensi Dideklarasikan
    02 Zulmansyah Bawa Rombongan Kunjungi Tiga Media Besar di Ho Chi Minh
    03 Kabut Asap Masih Tebal, Sekolah Kembali Diliburkan
    04 Pemuda Pengangguran Meringkuk di Jeruji Besi Polsek Tenayan Raya
    05 2020, PMBRW Simpang Tiga Fokus Budidaya Lele, Menjahit dan Pelatihan Perhotelan
    06
    07 Kuansing Raih Penghargaan Terbaik Ketiga Se Riau
    08 FAM Kuansing Bagikan Ribuan Masker Gratis
    09 Tim Kesehatan Mekar Sejati Berikan Masker Air dan Pengobatan Gratis Kepada Masyarakat
    10 Ketua PWI Bawa Peserta Studi Jurnalistik Silaturahmi ke Kantor VJA di Ho Chi Minh City
    11 AKBP Taufiq Lukman Nurhidayat, Kapolres Meranti Kelima
    12 Panitia akan Hadirkan Juara I MTQ Antar Bangsa di Teheran
    13 Wawan: Tidak Korupsi dan Tidak Bermain Proyek
    14 Razia Lanjutan, Satpol PP Cokok Waria Sedang Cari Mangsa
    15 Ibu Negara Sosialisasikan Bahaya Narkoba Kepada Pelajar Lewat Kuis Berhadiah
    16 Satpol PP Amankan Pasangan Mesum
    17 Presiden Minta Tindak Tegas Pelaku Karhutla Dijalur Hukum
    18 Presiden Jokowi Tegaskan Pentingnya Pencegahan Karhutla
    19 Kapolri dan Panglima TNI Ikuti Sholat Istisqa' Minta Hujan Bersama Presiden Joko Widodo
    20 Agus : Alhamdulillah Pelayanan Puskesmas Memuaskan
    21 Pemkab Siak Kembali Laksansakan Shalat Istisqo'
    22 IM3 Ooredoo Digitalent Asah Kreatifitas Digital Siswa
     
     
    Galeri Foto | Advertorial | Indeks Berita
    Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Tentang Kami
    © HarianTimes.Com - #Kanal Informasi Public